Dukungan Petisi Terus Bertambah, PSSI Fokus Gulirkan Kompetisi

oleh Sisbrianto Guntar diperbarui 24 Jul 2015, 16:00 WIB
KOMPETISI - Presiden PSSI, La Nyalla Mattalitti (tengah), mengaku fokusnya saat ini adalah menjalankan kembali kompetisi. (Bola.com/Sisbrianto Guntar)

Bola.com, Jakarta - Dalam waktu enam hari, pendukung petisi yang meminta pencabutan SK pembekuan PSSI sudah mencapai angka 2618 orang. Menghadapi sokongan tersebut, Presiden PSSI, La Nyalla Mattalitti mengatakan tak ingin berbesar kepala dan ingin fokus untuk menggulirkan kompetisi sepak bola Indonesia.

Nyaris tiga bulan kompetisi sepakbola Indonesia di semua level terhenti. Penghentian ini secara resmi diumumkan oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Vakumnya sepak bola Tanah Air menggerakkan pecinta olah raga ini untuk membuat dan mendukung petisi yang diberi nama "Cabut SK Pembekuan PSSI!". Diedarkan melalui situs change.org, petisi ini mendapat dukungan lebih dari 2000 orang.

“Terima kasih kepada yang menyempatkan waktunya untuk mengisi petisi, saya saja baru diinformasikan rekan suporter yang memberikan kabar ini," ujar La Nyalla dalam situs resmi PSSI, menyangkut petisi dukungan ini.

"Namun sebagai negara hukum, kami akan terus berjuang agar semua pihak harus mematuhi hasil pengadilan. Ini semua saya lakukan untuk sepak bola Indonesia dan yang pasti, saat ini konsentrasi kami adalah fokus untuk segera menggulirkan kompetisi sepak bola Indonesia,” tambahnya.

Kompetisi sepak bola Tanah Air memang tidak bisa berlanjut karena dihentikan oleh PSSI. Hal ini dilakukan menyusul surat keputusan pembekuan PSSI yang dikeluarkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, 17 April 2015 lalu.

Bak efek domino, usai dibekukan oleh Kemenpora, PSSI dijatuhi sanksi oleh federasi sepak bola dunia, FIFA. Sanksi yang jatuh pada 30 Mei 2015 tersebut melarang PSSI ikut serta di seluruh ajang resmi internasional yang diselenggarakan FIFA dan turunannya seperti AFC serta AFF.

Sanksi tersebut diberikan pada PSSI lantaran terjadi intervensi dari pemerintah terhadap spak bola Indonesia. Dengan hukuman tersebut, kontan sepak bola Indonesia "mati suri".

Oleh karena itu, hasil sidang akhir PTUN yang memenangkan semua gugatan PSSI atas Kemenpora membawa angin segar bagi federasi sepak bola Tanah Air tersebut. Usai sidang, La Nyalla mengaku langsung mengoordinasikan PT Liga Indonesia (PT LI) untuk menjalankan kembali kompetisi.

Hingga kini, dikabarkan PT LI telah melakukan rapat internal dan mengaku akan menggelar kompetisi pada akhir Oktober 2015. "Hal ini akan dipastikan pada rapat di pertengahan Agustus," kata sekretaris PT LI, Tigor Shalom Boboy.

Baca Juga:

Advertisement

Presiden PSSI: Sanksi FIFA Tak Memengaruhi Kompetisi

Ini Rencana Format ISL 2015-2016 yang Akan Kembali Bergulir

Rumuskan ISL, PT LI Konsolidasi dengan Klub Bulan Agustus