Kejuaraan Dunia 2015: Saatnya Owi/Butet Mengulang Prestasi 2013

oleh Diya Farida diperbarui 09 Agu 2015, 17:34 WIB
JUARA - Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kanan) dan Lilyana Natsir (kiri) berlatih jelang Kejuaraan Dunia BWF 2015 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis (6/8/2015). Pasangan itu bertekad menjadi juara di Istora. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Setahun lalu, ganda campuran kebanggaan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, terpaksa mengubur mimpi mempertahankan gelar juara dunia lantaran Tontowi mendapat cedera pergelangan kaki kanan. Tanpa berjuang di Ballerup Super Arena, Copenhagen, Denmark, yang menjadi venue Kejuaraan Dunia 2014, Tontowi/Liliyana ‘menyerahkan’ titel kepada pasangan Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Padahal, di Kejuaraan Dunia 2013, Zhang/Zhao dipecundangi Tontowi/Liliyana di semifinal dengan skor 15-21, 21-18, dan 21-13. Sementara pada laga final saat itu, Tontowi/Liliyana mengalahkan ganda Negeri Tirai Bambu lainnya, Xu Chen/Ma Jin, 21-13, 16-21, dan 22-20.

Advertisement

Menariknya, skenario hasil pertandingan dua tahun lalu berpeluang besar kembali terulang di Kejuaraan Dunia 2015, yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, 10-16 Agustus mendatang. Berdasarkan drawing, jika mampu melewati perempat final (pun demikian dengan Zhang/Zhao), Tontowi/Liliyana bakal mengulang duel babak empat besar Kejuaraan Dunia 2013.

“Kalau bisa melewati Zhang/Zhao di semifinal, kans juara Owi/Butet besar sekali,” ujar Pelatih Ganda Campuran Pelatnas Nova Widianto kepada Bola.com, belum lama ini.

Sependapat dengan sang pelatih, Tontowi juga berharap dirinya dan Liliyana bisa mengulang prestasi di 2013 lalu. Apalagi, kejuaraan dunia akan dihelat di kandang sendiri.

Soal anggapan Istora kurang ramah untuk pemain-pemain Indonesia, baik Tontowi maupun Liliyana, enggan mengiyakan. Menurut ganda campuran berperingkat ketiga dunia itu, rangkaian kekalahan yang dialami para penggawa Merah Putih selama dua tahun terakhir penyelenggaraan Indonesia Terbuka Super Series Premier (SSP) lebih dikarenakan lawan bermain lebih baik.

“Enggak ada pikiran seperti itu. Geregetan memang iya, karena kalau di-flash back, saya dan Owi pernah menang di Istora, meskipun cuma level SEA Games,” tutur Liliyana.

Menuju Istora, satu-satunya PR yang perlu dikerjakan Tontowi/Liliyana ialah meresapi atmosfer turnamen. Maklum, seusai mengikuti turnamen Indonesia Terbuka SSP 2015, yang juga digelar di Istora, Juni lalu, Owi/Butet belum lagi berpartisipasi di turnamen apa pun. Itu berarti sudah dua bulan keduanya tidak merasakan suasana kompetisi. Padahal, beberapa rival mereka di kejuaraan dunia tahun ini turun di turnamen China Taipeh Grand Prix Gold 2015.

“Persiapannya sih, sudah sangat bagus. Tapi kan kami sudah hampir dua bulan tidak bertanding. Jadi, ini yang perlu kami kejar. Mudah-mudahan nanti saat kami berlatih di Istora, kami langsung dapat feel itu,” ungkap Liliyana.

“Ya, pokoknya kami berharap bisa mengulang prestasi di 2013. Doakan saja,” kata Tontowi Ahmad.

Baca juga:

Cover Story: Ganda Putri Indonesia Menantang Sejarah

Prestasi Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF Sepanjang Masa