Tangis Pilu Gede Sukadana Melihat Jenazah Suharno

oleh Iwan Setiawan diperbarui 21 Agu 2015, 06:15 WIB
I Gede Sukadana tidak bisa menahan tangis saat melihat jenazah pelatih Arema Cronus. (Bola.com/Kevin Setiawan)

Bola.com, Malang - Canda tawa yang biasanya menghiasi raut wajah gelandang Arema Cronus, I Gede Sukadana, berganti menjadi tangis pilu. Itu terjadi saat gelandang asal Bali tersebut melihat jenazah mendiang pelatih Arema Cronus, Suharno yang meninggal dunia, Rabu (19/8/2015) malam.

Sukadana menangis terisak-isak ketika pertama melihat jenazah Suharno di Puskesmas Pakisaji. Dan ketika di rumah duka esok harinya, mata merahnya masih terlihat jelas menahan air mata. "Saya kasihan dan sangat bersedih," jawabnya singkat.

Advertisement

Sukadana dikenal dekat dengan sang pelatih. Saat masih duduk di bangku sekolah di Bali, mantan pemain Persela Lamongan ini sering melihat Suharno melatih Gelora Dewata pada tahun 90-an. "Dulu beliau badannya masih kekar," kenangnya.

Namun saat berada dalam satu tim sejak musim lalu, justru Sukadana paling sering menggoda pelatih yang meninggal di usia 55 tahun itu. "Saya sering menirukan perkataannya di lapangan untuk bahan gurauan. Tapi, beliau tidak pernah marah. Sekarang saya merasa sangat bersalah," sesalnya.

Gelandang 26 tahun ini pun sesaat jadi pendiam. Dan rekan-rekannya beserta staf pelatih memahaminya. "Pasti ada rasa bersalah. Apalagi Pak Harno meninggalnya mendadak. Sukadana minta maaf sambil nangis itu wajar," kata asisten pelatih Arema, Kuncoro.

Di Arema, Sukadana memang dikenal pemain humoris dan sering membuat ulah untuk mencairkan suasana. Almarhum Suharno pun suka dengan tipikal pemain seperti ini. Sebab bisa membantu tim lebih kompak. Itu pula yang membuatnya tak pernah marah meski sering digoda.

Baca juga :

Suharno: Kesayangan Aremania, Pahlawan Arema dan Keluarga

Suharno Dilepas ke Peristirahatan Terakhir dengan Duka Mendalam

Detik-detik Terakhir Sebelum Suharno Meninggal Dunia