Statistik: Penyakit Kambuhan PSM vs Parkir Bus Mitra Kukar

oleh Pramuaji diperbarui 28 Sep 2015, 11:01 WIB
Statistik PSM vs Mitra Kukar di laga kedua babak perempat final Piala Presiden. (Labbola)

Bola.com, Jakarta- Perjalanan PSM Makassar di ajang Piala Presiden 2015 terhenti di babak perempat final setelah takluk oleh Mitra Kukar lewat aturan gol tandang. Secara agregat, PSM dan Mitra Kukar sama-sama mencetak 2 gol di dua pertandingan. Namun, gol Rizky Pellu di Stadion Andi Mattalatta cukup untuk mengamankan 1 tiket semifinal bagi Mitra Kukar, meski di akhir laga kalah 1-2. Berikut ulasan statistik dari Labbola:

PSM telat panas

Advertisement

Seperti halnya pada laga leg pertama, PSM kembali telat panas di leg kedua. Hal ini dimanfaatkan Mitra Kukar dengan mencetak gol cepat lewat sundulan Rizky Pellu, yang menyambut sepak pojok Defri Rizki. Cara yang sama juga berhasil dilakukan oleh Mitra Kukar di leg pertama, di mana Carlos Raul Sciucatti berhasil mencetak gol dari situasi set piece sepak pojok di menit ke-9.

PSM sebetulnya langsung merespon dengan mendominasi sisa laga setelah kebobolan. Namun, agresivitas PSM baru muncul di babak kedua. Hal tersebut ditunjukkan dengan angka total tembakan PSM, yang hanya mencatat 6 tembakan di babak pertama (2 mengarah ke gawang, 0 gol), sementara di babak kedua, tim Juku Eja melepas 17 tembakan di babak pertama (6 mengarah ke gawang, 2 gol).

Selain total tembakan, angka persentase penguasaan bola juga menunjukkan bahwa PSM baru berani bermain all out di babak kedua. Persentase penguasaan bola PSM di babak pertama sebesar 58%, kemudian naik ke angka 64% di babak kedua. Di akhir laga, persentase penguasaan bola PSM berada di angka 61%.

Mitra Kukar parkir bus

Setelah mengantongi gol tandang, Mitra Kukar segera menerapkan strategi bertahan untuk menahan gempuran PSM. Angka persentase penguasaan bola Mitra Kukar di akhir laga hanya 39%, menunjukkan bahwa OK John dkk. lebih memilih bermain aman dengan membiarkan PSM menguasai bola.

Angka sapuan bola yang dicatat Mitra Kukar mencapai 67 kali, menunjukkan bahwa tim Naga Mekes jarang menggunakan opsi serangan balik. Selain itu, catatan 13 kali sepak pojok untuk PSM juga membuktikkan bahwa Mitra Kukar melakukan ”parkir bus.” Strategi ini terbukti ampuh meski nyaris menjadi bumerang.

Pemain Terbaik: Syamsul Chaeruddin

Statistik Samsul Chaeruddin di laga kedua babak perempat final Piala Presiden antara PSM Makassar vs Mitra Kukar. (Labbola)

Secara statistik, Syamsul Chaeruddin ini mencatat 7 percobaan tembakan yang 4 di antaranya mengarah ke gawang dan menghasilkan 1 gol. Selain itu, Syamsul berhasil melakukan 3 tekel sukses dengan persentase keberhasilan 50%, sekali intersep, dan 2 kali dilanggar lawan.

Namun, bukan catatan statistik semata yang membuat kapten PSM ini pantas menjadi pemain terbaik. Penampilannya yang tak kenal lelah mampu menginspirasi rekan-rekannya untuk tampil agresif. Golnya lewat tendangan bebas di menit ke-81 berhasil membakar semangat pemain PSM lain. Sayangnya, hanya 1 gol tambahan yang berhasil dicetak PSM di penghujung laga.

PSM memang harus tersingkir, namun mereka pantas menegakkan kepala atas capaian mereka. Dengan komposisi pemain yang 100% lokal, tim asuhan Assegaf Razak mampu menampilkan permainan yang cukup menjanjikan.

Bagi Mitra Kukar yang berhasil lolos ke semifinal, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi oleh Jafri Sastra. Catatan 4 gol dan 4 kali kebobolan dari 5 laga menunjukkan bahwa keseimbangan lini belakang dan lini depan tim asal Tenggarong ini belum mumpuni.

Baca Juga: 

Statistik Zulham Zamrun: Pemain Terbaik Fase Grup Piala Presiden

Statistik: Sukses Bali United Berkat Filosofi Indra Sjafri

Statistik Arema: Sulit Hadapi Strategi Parkir Bus dan Faktor Kone