Panpel Pra PON Papua Tak Mau Disupervisi Tim Transisi

oleh Gatot Susetyo diperbarui 03 Okt 2015, 08:15 WIB
Tim Pra PON Papua (kostum hijau) akan menjadi tuan rumah babak kualifikasi PON 2016 di Stadion Mandala Jayapura. (Istimewa)

Bola.com, Jakarta- Wakil Ketua Panpel Pra PON Zona Papua, Rocky Babena, mengungkapkan bila pihaknya tak pernah mendapat surat dari Tim Transisi, soal kordinasi penyelenggaraan pertandingan babak kualifikasi cabor sepak bola yang rencananya digelar 4-8 Oktober di Stadion Mandala, Jayapura.

Rocky juga menegaskan tak mau berkomunikasi dengan Tim Transisi karena posisi Asprov PSSI Papua berada di bawah naungan PSSI sebagai federasi resmi dan anggota FIFA. Meski saat ini PSSI dibekukan dan Indonesia disanksi FIFA, Asprov Papua masih tetap mengakui PSSI.

Advertisement

"Kami menggelar Pra PON berdasar aturan yang diberikan federasi dan PB PON sebagai institusi resmi bentukan pemerintah sebagai penyelenggara kegiatan olah raga empat tahunan nasional. Kami sudah patuhi aturan itu. Kalau kami ikuti aturan Tim Transisi, mana institusi resmi yang punya otoritas dan kekuatan hukumnya?" tutur Rocky kepada bola.com.

Panpel, lanjut Rocky, telah mengurus izin keramaian dari pihak kepolisian setempat dan menyiapkan segala keperluan pelaksanaan Pra PON.

"Kami sudah siap menjadi tuan rumah dan menggelar pertandingan Pra PON. Kami juga telah menjalankan prosedur resmi terkait penyelenggaraan. Panpel telah dapat izin dari Polda Papua," jelasnya.

Jika Tim Transisi menganggap langkah Panpel Zona Papua menyalahi aturan dan membuat penyelenggaraan pertandingan batal, kata Rocky, banyak pihak yang akan dirugikan.

"Pada Jumat (2/10/2015), semua tim peserta sudah tiba di Jayapura dan siap menjalani pertandingan. Jika jadwal mundur atau batal, tentu kerugian yang dialami peserta sangat besar. Terutama kesiapan mental dan teknis karena para pelatih sudah memprogram puncak kebugaran pemain di kualifikasi ini. Kami tunggu Tim Transisi datang ke Jayapura untuk Pra PON ini," ucapnya.

Sebelumnya Koordinator Program Kerja Bidang Komunikasi, Tim Transisi Cheppy T. Wartono, mengancam akan menghambat pelaksanaan babak kualifikasi PON jika Asprov yang menjadi tuan rumah tidak menjalin komunikasi dengan perwakilan pemerintah. Dengan terus menjalin hubungan dengan PSSI Pusat, Asprov seperti sengaja menantang Tim Transisi.

"Bila tidak melapor, izin keamanan menggelar pertandingan tentu terancam," kata Cheppy.

Baca Juga: 

Kualifikasi PON Zona Jawa Pindah ke Jateng, Jadwal Ikut Mundur

Asprov Melawan, Tim Transisi Akan Hambat Izin Kepolisian Pra PON

Tim Transisi Siap Sambut Kedatangan FIFA dan AFC