Lorenzo: Strategi Rossi Mengkritik Marquez Sudah Basi!

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 23 Okt 2015, 22:30 WIB
Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, berjalan meninggalkan paddock tim seusai sesi latihan bebas di MotoGP Malaysia, Jumat (23/10/2015). (Reuters/Olivia Harris)

Bola.com, Selangor - Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, menuding strategi yang diterapkan Valentino Rossi saat mengkritik Marc Marquez, sudah basi. Menurutnya, Rossi merasa posisinya terancam sehingga memilih cara kontroversial yang semestinya tidak pantas dilakukan.

Seperti diketahui, dalam sesi jumpa pers menjelang seri MotoGP Malaysia, Kamis (22/10/2015), Rossi mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Dia menuding Marquez sengaja membantu Lorenzo saat balapan di Sirkuit Phillip Island, Australia akhir pekan lalu.

Advertisement

Juara bertahan MotoGP itu dituduhnya sengaja membantu supaya Lorenzo bisa melaju jauh di depan dan sulit dikejar Rossi, meskipun akhirnya Marc Marquez berhasil menyalipnya di lap terakhir. Baby Alien, julukan Marquez, akhirnya menjadi juara MotoGP Australia, dengan Lorenzo berada di posisi kedua. Rossi harus puas finis di urutan keempat karena kalah bersaing dengan pebalap Ducati, Andrea Iannone, yang finis ketiga.

“Tidak mungkin itu terjadi. Saya berada di depan hampir sepanjang 80 persen saat balapan. Saya memimpin balapan, jadi saya nyaris tidak tahu apa yang terjadi di belakang saya,” ujar Lorenzo, seperti dilansir Crash.

“Yang kedua, saya yakin dia (Marquez) tidak membantu saya. Jika dia melakukannya, dia bakal membiarkan saya menang. Apapun itu, saya rasa ini bukan strategi bagus dari Rossi, karena tudingan ini sama seperti yang dilakukannya ketika dia memenangi titel dari para rivalnya, seperti (Max) Biaggi, Sete Gibernau. Dia sedikit bermain-main saat balapan dan kemudian di lap terakhir ngotot, kemudian menang. Jadi, agak aneh dia berbicara seperti itu setelah apa yang dilakukannya di masa lalu,” sindir Lorenzo.

Menurut Lorenzo, apa yang dilakukan Rossi menunjukkan pebalap Italia tersebut gugup menghadapi dua balapan terakhir di Sepang dan Valencia. Kegugupan itu muncul karena The Doctor menyadari kecepatan motornya sulit mengantarnya juara di dua balapan pamungkas.

“Jika dia cukup cepat untuk memenangi dua balapan terakhir, tak mungkin dia berbuat seperti itu,” ujar Lorenzo. 

Persaingan Rossi dan Lorenzo dalam perburuan gelar juara dunia memanas setelah jarak kedua pebalap menipis jadi 11 poin. Dengan dua balapan tersisa, kans Jorge Lorenzo mengungguli perolehan poin Rossi sangat terbuka lebar.

Baca Juga: 

Rossi Tuding Marquez Sengaja Bantu Lorenzo

Dituding Rossi Bantu Lorenzo, Ini Tanggapan Marquez

Lorenzo Tercepat, Rossi Terpuruk di Latihan Bebas Kedua