Sakit Parah, Kiper Primavera Kurnia Sandy Mendadak Hilang Ingatan

oleh Ario Yosia diperbarui 25 Okt 2015, 19:23 WIB
Kondisi terakhir eks kiper Timnas Indonesia, Kurnia Sandy amat mengenaskan di rumah sakit. (Ahmad Zaini/Liputan6.com)

Bola.com, Sidoarjo - Mantan pesepak bola nasional yang pernah bergabung dalam program pelatnas jangka panjang Primavera Italia, Kurnia Sandy, terbaring sakit di Rumah Sakit Umum Daerah di Sidoarjo, Jawa Timur. Mantan kiper yang pernah berlatih dengan klub Serie A, Sampdoria, itu mengalami sakit gangguan syaraf.

Kurnia Sandy kini tengah dalam kondisi yang memprihatinkan. Menurut keterangan rekannya, Kurniawan Dwi Yulianto, mantan kiper yang kini berusia 40 tahun itu dirawat di rumah sakit dan menunggu hasil observasi dari ahli syaraf.

Advertisement

"Mohon doanya, Kurnia Sandy dirawat di RS Sidoarjo dan sedang menunggu hasil observasi ahli syaraf karena ia tidak bisa mengingat apa-apa. Ketika diajak ngobrol juga tidak nyambung. Ketika saya melakukan percakapan video call dengan bantuan istrinya, Sandy seperti tidak bisa mengenali saya," ungkap Kurniawan Dwi Yulianto, rekan setim Sandy saat di Timnas Primavera.

Menpora Imam Nahrawi berkesempatan menjenguk Sandy pada Minggu (25/10/2015). Menpora bersama Sekretaris Dispora Jatim, Sugeng, datang pada pukul 13.30 WIB. Ia disambut mantan pemain Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, teman Sandy saat membela Timnas Indonesia.

Menpora menyuntikkan semangat kepada Sandy untuk melawan sakitnya dan berharap segera pulih. "Saya berharap pihak rumah sakit dan dokter yang menanganinya untuk mengambil langkah yang  terbaik. Saya sudah melihat kondisi Mas Sandy. Saya ajak bicara agar terus semangat demi melawan rasa sakit," ujar Imam Nahrawi seperti dilansir laman resmi Kemenpora.

Semenjak gantung sepatu di Bandung FC pada tahun 2012, Kurnia Sandy yang pernah dilatih langsung arsitek legendaris asal Swedia, Sven-Goran Eriksson itu, lebih banyak mencurahkan waktu membina pemain-pemain belia. Ia kerap ikut kegiatan melatih SSB dengan sesama rekannya alumnus Primavera.

Sandy tercatat sebagai staf pelatih Frenz United FC Indonesia, salah satu akademi yang sering melakoni pertandingan internasional. Ia juga sempat menjadi asisten pelatih Fachry Husaini kala menangani timnas junior U-15 dan U-17 tahun.

Selain melatih, Kurnia Sandy juga banyak menghabiskan waktu bersama anak-istrinya. Ia mengaku sejatinya berharap bisa melatih klub profesional, dengan bekal lisensi AFC yang ia miliki hal itu dimungkinkan. "Sepak bola Indonesia tengah dalam kondisi sulit. Perseteruan antara Kemenpora dengan PSSI tak kunjung reda. Kami pelaku sepak bola jadi korbannya. Semoga badai cepat berlalu," ujar pemain kelahiran 24 Agustus 1975 tersebut dalam percakapan dengan bola.com beberapa waktu lalu.

Istri Sandy, Ari Listiyowati, mengatakan gejala awal sakit memang tidak terlihat. Hanya memang sang suami secara mendadak sulit diajak komunikasi pada akhir pekan lalu. Gerakannya bahkan melambat tiba-tiba. "Bahkan ketika ditanya saya ini siapa, dia tidak bisa menjawab dan hanya diam saja," kata Ari Listiyowati dengan sedih.

Melihat kondisi sang suami mengkhawatirkan, Ari mengontak Kurniawan Dwi Yulianto. Sahabat Kurnia Sandy lainnya, Bejo Sugiantoro, sempat datang ke rumah mengecek kondisi mantan kompatriotnya di Tim Merah-Putih. "Sampai sekarang suami saya tidak ingat apa-apa" tambah Ari Listiyowati.

Nama Kurnia Sandy beken di dunia sepak bola nasional setelah dirinya masuk program Timnas Primavera bentukan PSSI. Bermain di kompetisi usia muda Negeri Pizza, ia sempat akan dipakai menjadi kiper nomor empat Sampdoria di musim 1996-1997. Kalah bersaing di Eropa, Sandy mudik meretas karier di Tanah Air. Selain singgah di Pelita Jaya, pria berdarah Semarang itu sempat bermain di PSM Makassar, Persik Kediri, Arema Indonesia. Cepat sembuh Kurnia Sandy!

Baca Juga:

Kurniawan DY Curhat Mengenai Pembinaan Usia Dini

Wawancara Bejo Sugiantoro: Semua Sengsara karena Konflik

Komentari Pembatalan Pra PON, Kurniawan Ingin Konflik Berakhir