8 Pebalap MotoGP yang Melakukan Comeback Terbaik Selain Rossi

oleh Bola diperbarui 30 Okt 2015, 21:01 WIB
Pebalap Pramac Rancing, Danilo Petrucci (kiri) saat naik podium dua di MotoGP Inggris, 30 Agustus 2015. (Reuters/Darren Staples).

Bola.com, Valencia - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, butuh membuat keajaiban di MotoGP Valencia, 8 November 2015. Pebalap Italia itu harus finis di posisi depan untuk bisa mengamankan gelar juara dunia MotoGP 2015 dari incaran rekan satu timnya, Jorge Lorenzo.

Misi ini sebenarnya sulit dilakukan mengingat Rossi akan mengawali balapan dari posisi paling buncit. Namun, ini bukan misi yang mustahil.

Advertisement

The Doctor pernah melakukannya di MotoGP Valencia 2005. Ketika itu, Rossi memulai pertarungan dari posisi ke-15. Setelah melewati perjuangan berat, Rossi akhirnya finis di peringkat ketiga dan merebut gelar juara dunia MotoGP kelimanya.

Rossi bukan satu-satunya pebalap MotoGP yang pernah melakukan hal tersebut. Beberapa pebalap juga pernah membuat comeback luar biasa di balapan motor paling bergengsi tersebut.

Berikut 8 pebalap yang pernah melakukan comeback luar biasa di MotoGP:

Max Biaggi (Italia)

Pada balapan MotoGP Qatar 2004, Biaggi sebenarnya berada di posisi ke-13 di babak kualifikasi. Namun, dia harus memulai balapan dari posisi paling buncit setelah terkena hukuman penalti.

Memulai balapan dari belakang tak mematahkan semangat pebalap Camel Honda tersebut. Biaggi justru tampil luar biasa dan akhirnya finis di peringkat keenam. Ini merupakan comeback paling sensasional dalam sejarah MotoGP.

Kenny Roberts Jr. (Amerika Serikat)

Kenny tampil luar biasa di MotoGP Inggris 2005. Ketika itu, dia memulai balapan dari posisi ke-16. Setelah melewati beberapa pebalap hebat seperti Charlos Checa, Max Biaggi, dan Sete Gibernau, Kenny akhirnya finis di posisi kedua.

2 dari 3 halaman

1

Chris Vermeulen (Australia)

Tampil di depan pendukungnya sendiri membuat Vermeulen mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Pebalap Suzuki itu akhirnya finis di posisi kedua setelah memulai balapan dari peringkat ke-16 di MotoGP Australia 2006.

Katsuyuki Nakasuga (Jepang)

Sebelumnya tak ada yang memprediksi Nakasuga bakal melakukan kejutan di MotoGP Valencia 2012. Apalagi dia mengawali balapan dari posisi ke-16. Namun, pebalap Yamaha itu mematahkan prediksi dengan finis di posisi kedua.

Cal Crutchlow (Inggris)

Membalap di negeri sendiri kerap memberikan energi ekstra kepada pebalap. Ini terbukti pada diri Crutchlow. Mengawali balapan MotoGP Inggris 2012 di posisi ke-20, pebalap Yamaha Tech 3 itu mampu menyodok ke posisi enam saat finis.

3 dari 3 halaman

2

Sylvain Guintoli (Prancis)

Pebalap Prancis ini memulai balapan MotoGP Jepang 2007 di posisi ke-18. Di luar dugaan, Guintoli mampu menyalip Casey Stoner dan Marco Melandri untuk menyudahi balapan di posisi ke-4.

Marco Melandri (Italia)

Melandri sempat putus asa setelah hanya berada di urutan ke-14 babak kualifikasi MotoGP Turki 2006. Setelah melakukan perjuangan keras, pebalap Italia ini mampu keluar sebagai juara dengan mengalahkan Casey Stoner.

Danilo Petrucci (Italia)

Pebalap Italia ini membuat comeback paling luar biasa di MotoGP 2015. Dia melakukannya di MotoGP Inggris, 30 Agustus 2015. Memulai balapan dari posisi ke-18, Petrucci membuat kejutan dengan finis kedua di depan Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa.