Kiat Rian / Berry Beradaptasi dengan Dinginnya Cuaca Korea

oleh Bola diperbarui 05 Nov 2015, 11:51 WIB
Rian Agung Saputro/Berry Angriawan melawan dinginnya cuaca di turnamen Korea Masters Grand Prix Gold (GPG) 2015. (PBSI)

Bola.com, Jeonju - Sebagai atlet yang berasal dari daerah tropis, bertanding di Korea pada saat cuaca dingin memang menjadi sebuah tantangan tersendiri. Hal ini juga diwaspadai oleh Rian Agung Saputro/Berry Angriawan, pasangan ganda putra Indonesia yang tengah mengikuti Korea Masters Grand Prix Gold (GPG) 2015 di Jeonju.

Meskipun belum memasuki musim dingin, udara di Korea, khususnya Jeonju sudah sangat dingin dengan suhu sekitar enam derajat Celcius dan bisa lebih dingin lagi di malam hari.

Advertisement

Rian/Berry mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tempat pertandingan yang bercuaca dingin. Oleh karena itu, mereka punya kiat khusus dalam menjaga kondisi tubuh dalam melawan dingin.

“Memang beda kalau tanding di negara yang cuacanya dingin seperti Korea. Persiapan bertandingnya harus lebih lama,” kata Rian seperti dikutip situs resmi PBSI, Kamis (5/11/2015).

“Kami harus datang ke hall pertandingan lebih lama dari biasanya, supaya kami bisa punya banyak waktu untuk pemanasan, jadi harus benar-benar panas. Karena kalau tidak, bisa berbahaya, rawan cedera,” jelas Berry.

Tak cuma soal pemanasan yang mesti diperpanjang waktunya, namun pilihan makanan yang tepat juga berpengaruh buat Rian/Berry.

“Makan juga tidak boleh sembarangan, harus bisa memilih mana yang baik untuk tubuh, kalau bisa yang menghangatkan. Waktu makannya juga tidak boleh telat, harus teratur, kalau telat bisa masuk angin dan akhirnya malah flu. Ini tentunya membahayakan penampilan kami,” kata Rian.

Selain itu, Rian/Berry juga sudah dibekali suplemen oleh ahli gizi PBSI untu membantu mereka meningkatkan daya tahan tubuh, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang jauh berbeda dengan Indonesia.