Persaingan Ketat Grup B, Persipura dan Mitra Kukar di Atas Angin

oleh Abdi Satria diperbarui 26 Nov 2015, 13:40 WIB
Mitra Kukar punya peluang lebih besar lolos ke babak 8 besar dibandingkan kontestan lain di Grup B Piala Jenderal Sudirman. (Bola.com/Vitalis Yogi)

Bola.com, Denpasar - Sesuai prediksi awal, persaingan antarkontestan di Grup B Piala Jenderal Sudirman terbilang sengit. Di saat Grup A dan Grup B sudah mengirim wakil ke babak 8 besar, hingga sekarang belum ada satu pun klub di Grup B yang bisa mengamankan tiket ke fase selanjutnya.

Persipura Jayapura dan Mitra Kukar jadi kandidat kuat peraih tiket ke 8 besar. Sampai saat ini keduanya sama-sama mengoleksi poin 6. Artinya, mereka hanya butuh hasil imbang di waktu normal saat bertemu pada partai akhir Grup B di Stadion Wayan Dipta, Minggu (29/11/2015).

Kalau terwujud dan pemenang ditentukan adu penalti. Mitra dan Persipura minimal meraih poin 7, angka minimal untuk meraih tiket ke 8 besar. Tiga klub lain di Grup B, yakni Semen Padang, PSM Makassar, dan Bali United harus berjibaku meraih tiket sisa minimal lewat jatah peringkat tiga terbaik.

Duel Semen Padang versus Bali United, Kamis (26/11/2015) jadi 'penentu awal' nasib ketiganya. Kalau Semen Padang menang dalam waktu normal, skuat Nilmaizar itu masih harus menunggu hasil Bali United versus PSM karena nilai mereka hanya enam poin.

Sebaliknya, kalau Bali United yang menang dan mendapat tiga poin, pasukan Indra Sjafri dengan koleksi lima poin harus berjibaku dengan PSM, Minggu (29/11/2015).

Advertisement

Situasi ini yang membuat pelatih PSM, Liestiadi, tidak mau memikirkan hasil pertandingan Semen Padang vs Bali United. Eks pelatih Gresik United ini mengaku lebih fokus membenahi penyelesaian akhir timnya yang masih bermasalah. Pasalnya, dengan koleksi poin empat, PSM wajib menang pada waktu normal untuk mengamankan tiket 8 besar.

Dalam tiga laga, produktivitas gol Juku Eja terbilang rendah. Satu-satunya koleksi gol PSM Makassar di Piala Jenderal Sudirman tercipta bekat gol bunuh diri kapten Mitra Kukar, Zulkifli Syukur.

"Saya yakin dengan waktu tersisa, kelemahan PSM bisa teratasi. Ini masalah komunikasi dan saling pengertian antarpemain saja. Bisa dimaklumi karena persiapan kami memang sempit," papar Liestiadi.

Berita Terkait