Selain Hargianto yang Cedera Mata Ikan, Skuat Surabaya United Fit

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 07 Des 2015, 11:00 WIB
Muhammad Hargianto, satu-satunya pemain Surabaya United yang cedera jelang keberangkatan ke Sleman untuk melakoni laga-laga babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Surabaya - Tiga hari menjelang keberangkatan ke Sleman, Yogyakarta, untuk menghadapi babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman, skuat Surabaya United pelan-pelan mulai lengkap. 

Dari empat pemain yang datang terlambat, kondisi Hargianto yang masih belum fit. Ia juga butuh waktu untuk menyembuhkan luka pasca operasi mata ikan di telapak kaki kanannya. Sementara Ilham Udin Armaiyn, Firli Apriansyah, serta Jendri Pitoy, dalam kondisi bagus.

Advertisement

Karena itu, dalam latihan senin (7/12/2015) nanti, Ibnu hanya memberikan menu latihan tak-tik strategi untuk menghadapi pertandingan perdana babak 8 besar, terutama lawan Pusamania Borneo FC.

“Untuk latihan senin nanti saya ingin melihat kemampuan pemain menyerap tak-tik strategi yang saya berikan sebelumnya, dikombinasi dengan latihan fisik,” tutur Ibnu Grahan, pelatih Surabaya United.

Ibnu sendiri memilih untuk menyiapkan timnya sebaik mungkin karena sudah sama-sama tahu kekuatan masing-masing. “Saya rasa kalau sudah memasuki fase seperti ini lebih baik menyiapkan tim sendiri sebaik mungkin,” ujar Ibnu.

Memasuki babak 8 besar ini intensitas latihan Surabaya United memang lebih ditingkatkan. Hampir semua menu latihan ditambah, begitu juga asupan gizinya. Tujuannya, energi yang dihasilkan bakal lebih besar dan mencukupi.

Bukan tanpa dasar, kekuatan tim-tim di babak 8 besar yang diyakini lebih baik dibanding babak penyisihan menjadi salah satu faktor yang bakal menguras energi lebih banyak.

“Butuh kekuatan dua kali lipat untuk menghadapi tim-tim sekuat Arema Cronus, Persipura dan PBFC. Khusus PBFC, mereka tentu sudah melakukan perbaikan atas kekurangan mereka sebelumnya. Mereka juga bakal mengusung motivasi lebih besar saat bentrok kedua nanti,” ujar Ibnu.

Fisik pemain harus lebih prima, stamina juga harus lebih bagus. Supaya Evan Dimas dkk. mampu bermain spartan sepanjang pertandingan. Sebab Ibnu yakin, hanya kondisi fisik bagus yang bisa mengatasi keunggulan teknik dan kematangan permainan tim-tim lawan yang rata-rata dihuni pemain berpengalaman.

“Usia pemain ketiga tim lawan kami di grup ini relatif matang. Hanya Surabaya United yang banyak pemain mudanya. Kalah pengalaman, kalau unggul fisik dan stamina, kami bisa mengatasi mereka, bahkan mengalahkannya,” sebut Ibnu Grahan.