Superstar: Eddie Howe, Otak di Balik Tumbangnya Chelsea dan MU

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 13 Des 2015, 16:15 WIB
Manajer Bournemouth, Eddie Howe. (AFP/Ian Kington)

Bola.com, Bournemouth - Pada pekan ke-16, Manchester United takluk 1-2 dari Bournemouth, di Vitality Stadium, Minggu (13/12/2015) dini hari WIB. Eddie Howe menjadi sosok penting di balik kemenangan tersebut.

Bermaterikan pemain non-bintang, Howe mampu membuktikan jika sepak bola itu bukan melulu mengenai nama besar dan skuat bintang. Sepekan sebelumnya, Chelsea sudah merasakan pahitnya dikalahkan Bournemouth di Stamford Bridge. Dalam sepekan terakhir, dua tim raksasa mampu ditumbangkan tim anak bawang, Bournemouth.

Advertisement

Bournemouth adalah pendatang baru di kancah Premier League. Howe membawa timnya menjadi juara Divisi Championship musim lalu.

Prestasi tersebut membuat pria 38 tahun itu didaulat sebagai manajer terbaik 2015 versi Asosiasi Manajer Liga Inggris (LMA). Saat itu, Howe menyingkirkan nama besar seperti Jose Mourinho yang sukses membawa Chelsea juara Premier League 2014-2015.

Kejeniusan Howe mendulang pujian dari Steve McCLaren. Menurut manajer Newcastle United itu, Howe merupakan manajer tim nasional Inggris pada masa depan.

"Bagaimana dia membawa Bournemouth ke puncak, serta telah menjalani musim yang fantastis. Howe memiliki masa depan cerah sebagai pelatih Inggris jika tetap pada jalur ini," kata McCLaren.

"Howe membuat Bournemouth bermain dengan gaya yang tepat. Dia juga bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Howe merasa Bournemouth seperti rumahnya dan dia membuat para pemain tampil sangat baik," puji McCLaren.

Pujian mantan manajer Newcastle United itu memang tak berlebihan. Sekarang, Howe sudah mulai menemukan ritme permainan yang tepat di kompetisi tertinggi Inggris.

Agresivitas dan tak kenal rasa takut menjadi senjata utama Bournemouth. Meski berstatus tim promosi, Bournemouth tidak bermain bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik.

Melawan Chelsea, Bournemouth mampu melepaskan sembilan tembakan yang lima di antaranya tepat sasaran. Kontra Setan Merah, gawang David de Gea diberondong lima tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan.

Howe punya sebuah pandangan untuk membuat Matt Ritchie dan kawan-kawan bermain agresif di lapangan. "Pemain harus termotivasi. Namun, ada cara lain yang bisa diperoleh pemain sebagai inspirasi," kata Howe seperti dilansir Telegraph.

"Saat ini, kami melihat sejarah panjang Bournemouth. Kami hanya mencoba merintis agar tercipta sebuah sejarah baru bagi klub ini," lanjut Howe.

Dua kemenangan atas Chelsea dan Manchester United mungkin baru awal perjalanan Howe. Tantangan berikutnya menanti Bournemouth saat bertandang ke Emirates Stadium, markas Arsenal pada 28 Desember 2015. Bisa kembali bikin kejutan, Howe?

Sumber: Berbagai sumber

                                                      This video is presented by ballball

 

Berita Terkait