Luca Marini Bicara Moto2, Tantangan 2016, dan Valentino Rossi

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 02 Jan 2016, 18:45 WIB
Luca Marini bicara soal musim perdananya di Moto2, tantangan pada 2016, dan Valentino Rossi. (Lucamarini97.it)

Bola.com, Urbino - Pebalap Forward Racing Moto2, Luca Marini, diyakini akan menghadapi Moto2 2016 dengan penuh tantangan.

Musim ini menjadi debut Marini pada ajang Moto2. Dia diprediksi akan mengalami kesulitan karena langsung menjajal Moto2 tanpa punya pengalaman tampil di Moto3. Namun, fakta ini tak membuat nyali pebalap kelahiran 10 Agustus 1997 ini ciut.

Advertisement

"Tidak, itu tidak membuat saya takut karena saya telah bekerja dengan sangat baik pada tahun lalu bersama tim saya. Saya merasa sudah siap untuk menjalani langkah ini," kata Marini seperti dikutip Speedweek, Sabtu (2/1/2016).

Tentunya akan ada banyak tantangan yang dihadapi Marini. Namun, hambatan terbesar yang akan dihadapi pebalap kelahiran Urbino, Italia, tersebut adalah karakter lintasan yang belum dia kenal.

Adik Valentino Rossi, Luca Marini, dipastikan bakal meramaikan persaingan di ajang Moto2 pada 2016 setelah resmi meneken kontrak dengan tim

"Hambatan terbesar saya pada 2016 adalah waktu yang akan saya habiskan untuk mengenal lintasan. Selain itu, saya punya kecepatan yang juga dimiliki pebalap lain," tutur Marini.

Marini menegaskan tak akan bermasalah dengan hal tersebut. Dia mengaku selalu bisa mengembangkan kemampuan untuk mengatasi masalah yang ada.

"Saya selalu bekerja dengan komitmen seratus persen. Jadi saya sudah mencapai semua tujuan saya," ujar pebalap yang mengawali karier balap motornya di ajang MiniGP kelas 80cc.

Debut memalukan Luca Marini adik tiri Valentino Rossi di kelas Moto3 di Sirkuit Misano Italia pada tahun 2013.

Lantas, siapa sosok yang paling berpengaruh dalam karier balap Marini? Jawabannya adalah Valentino Rossi, saudara tiri Marini.

"Saudara saya memengaruhi keputusan saya untuk terus mengeluti olahraga ini. Saya suka motor dan semua hal-hal besar dalam olahraga ini," pungkas Marini.