Casey Stoner Pindah ke Ducati karena Buat Marc Marquez Terancam

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 06 Jan 2016, 08:15 WIB
Casey Stoner merasa potensinya disia-siakan Repsol Honda. (News.com.au)

Bola.com, Melbourne - Pebalap penguji Ducati Corse, Casey Stoner, akhirnya bicara soal keputusannya meninggalkan Repsol Honda. Stoner mengaku Marc Marquez mempunyai peranan di balik keputusannya tersebut.

Advertisement

Stoner mengatakan tenaganya tak terlalu terpakai saat menjadi pebalap penguji di Honda. Pebalap asal Australia ini menilai pabrikan Jepang tersebut melakukannya agar sang pebalap andalan, Marquez, merasa tenang.

"Di Honda saya hanya melakukan pengujian sesekali, saya tak punya peran lain dan mereka tak pernah mengambil keuntungan penuh dari potensi saya," ungkap pebalap berusia 30 tahun tersebut seperti dikutip Autosport, Selasa (5/1/2016).

"Saya pikir Marquez dan timnya merasa terancam oleh saya. Saya tak tahu apa yang mereka pikirkan, tapi itu yang saya rasakan," tambahnya.

Stoner menegaskan kehadirannya di Honda justru untuk membantu Marquez menjadi lebih baik. Sayangnya, Honda justru menyia-nyiakan bakatnya. Meski demikian, juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 itu tak merasa sakit hati dengan Honda.

"Saya tak punya dendam terhadap Honda. Saya sangat menghormati (Wakil presiden HRC, Shuhei) Nakamoto. Saya yakin hubungan kami tak memburuk karena hal ini," tutur Stoner.