Prediksi MotoGP 2016: Tak Lagi Didominasi Rossi dan Lorenzo (II)

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 06 Jan 2016, 09:00 WIB
Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2016 diyakini akan lebih seru dibandingkan musim sebelumnya. (Bola.com / EPA / Muhammad Wirawan Kusuma)

Bola.com, Jakarta - Dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015. Akankah keduanya kembali mendominasi MotoGP 2016?

Advertisement

Beberapa pihak menyakini Rossi dan Lorenzo akan kembali bersaing ketat dalam perburuan gelar juara. Namun, tak sedikit yang beranggapan pertarungan pada 2016 tak hanya melibatkan dua pebalap Yamaha tersebut.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang musim lalu mengalami banyak masalah, bakal bangkit. Kegagalan pada musim 2015 akan menjadi pembelajaran bagi pebalap Spanyol tersebut untuk tampil lebih baik.

"Saya pikir Honda akan menjadi bagian (dalam persaingan juara). Jadi pertarungan untuk gelar juara dunia tak hanya Rossi dan Lorenzo," kata mantan juara dunia kelas 125cc dan 250cc, Manuel Poggiali, Ilsussidiario.net, Senin (2/1/2016).

Marc Marquez menjadi juara di MotoGP Italia (REUTERS/Max Rossi)

Rekan tim Marquez, Dani Pedrosa, juga diyakini bakal merusak dominasi duo Yamaha. Pebalap berusia 30 tahun ini dinilai punya modal penting dibanding Rossi, Lorenzo, dan Marquez.

Menurut pebalap MotoGP asal Inggris, Cal Crutchlow, Pedrosa sudah paham betul dengan karakter ban Michelin, ban anyar yang akan dipakai pada 2016. Selain itu, postur dan gaya balap Pedrosa akan menguntungkan pebalap asal Spanyol tersebut dalam persaingan gelar juara dunia.

"Dari apa yang saya lihat pada tes Valencia, saya pikir Dani Pedrosa akan menjadi favorit di musim 2016," ujar Cruthlow.

Lantas bagaimana peluang pebalap lain? Dengan aturan baru terkait ban dan sistem elektronika (ECU), pebalap yang sebelumnya tak dianggap, bisa membuat kejutan. Maverick Vinales (Suzuki) dan Andrea Iannone (Ducati) termasuk dalam deretan nama yang patut diwaspadai The Big 4.

Keduanya mampu beradaptasi baik dengan aturan baru tersebut di saat pebalap top justru kesulitan. Ini bisa menjadi keuntungan bagi Vinales dan Iannone.

Selain itu, Vinales sudah membuktikan dirinya layak diperhitungkan. Pada debutnya di MotoGP 2015, pebalap asal Spanyol itu langsung menyabet gelar Rookie of the Year.

Dua pebalap MotoGP, Dani Pedrosa (belakang) dan Maverick Vinales, bicara soal idola mereka. (Suzuki Racing)

"Vinales dan Aleix Espargaro adalah dua pebalap muda yang punya pengalaman, mereka bisa tampil bagus di balapan musim 2016," tutur Poggiali.

Iannone juga memperlihatkan kapasitasnya sebagai pebalap andal. Pada musim 2015, pebalap Italia ini tiga kali sukses naik podium. Bahkan salah satunya diraih dengan mengalahkan Rossi.

Selain itu, Iannone juga akan didukung ambisi besar timnya untuk menghentikan dominasi Yamaha dan Honda. Jadi, pebalap berusia 26 tahun tersebut akan dibekali motor yang mumpuni untuk bersaing dengan pebalap lain. "Persaingan bakal sangat ketat. Tetapi target kami tak berubah, kami harus lebih baik," kata CEO Ducati, Claudio Domenicali.