Hasil Manis Dedi Gusmawan pada Laga Perdana di Liga Myanmar

oleh Tengku Sufiyanto diperbarui 10 Jan 2016, 18:00 WIB
Klub Klub yang dibela pemain Indonesia, Dedi Gusmawan, Zeyar Shwe Myay FC mengawali Liga Utama Myanmar, Myanmar National League (MNL) musim 2016 dengan kemenangan 2-1 atas Horizon FC. (Facebook)

Bola.com, Yangon - Klub yang dibela pemain Indonesia, Dedi Gusmawan, Zeyar Shwe Myay FC mengawali Liga Utama Myanmar, Myanmar National League (MNL) musim 2016 dengan kemenangan. Zeyar Shwe Myay mengalahkan Horizon FC 2-1 di Stadion Horizon, Sabtu (9/1/2016) siang waktu setempat.

Dalam pertandingan tersebut, gol kemenangan Shwe Myay dicetak oleh penyerang sayap Victor Coto pada menit 30 dan Nan Min Aung pada menit ke-38. Sementara, gol balasan Horizon dicetak oleh Thura Min Aung pada menit ke-68.

Pemain Indonesia, Dedi Gusmawan (atas kedua kiri) menjadi starter saat timnya Zeyar Shew Myay mengalahkan Horizon FC dengan skor 2-1, pada laga perdana Myanmar National League. (Facebook)

Meski tidak mencetak gol, mantan pemain Mitra Kukar turun sebagai starter. Kemenangan tersebut membuat Shwe Myay menempati peringkat kedua klasemen sementara MNL dengan nilai tiga. Dedi Gusmawan cs. hanya kalah selisih gol dari pemuncak klasemen sementara, Rhakine United.

Advertisement

Dedi bergabung dengan Zayar Shwe Myay pada paruh musim lalu. Zayar Shwe Myay mengakhiri musim 2015 di peringkat kedelapan klasemen. Ia kerap menjadi pilihan utama tim untuk mengawal lini pertahanan.

Pada musim 2016, Dedi jadi salah satu pemain asing yang dipertahankan. Kontribusi pemain berumur 30 tahun menjadi alasan utama manajemen memperpanjang kontraknya hingga satu musim ke depan.

Selain perpanjangan kontrak, Dedi mendapat kenaikan gaji. Namun, mantan pemain PSPS Pekanbaru tidak mau menyebutkan berapa kisaran kenaikan gaji yang diterimanya saat diwawancara bola.com, 8 Desember 2015.

“Saya bersyukur masih dihargai dan tetap dipercaya main di sini. Kalau soal besar kecilnya kontrak tergantung cara mensyukurinya saja karena pertama kali saya ke sini juga tidak melihat besaran gaji. Terpenting dapur bisa tetap ngebul,” kata Dedi.