Inikah Bukti Evan Dimas Tak Lagi Ragu dengan Rencana ke Spanyol?

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 11 Jan 2016, 06:00 WIB
Evan Dimas diam-diam berlatih lebih keras jelang keberangkatan ke Spanyol. (Bola.com/Zaidan Nazarul

Bola.com, Surabaya - Bintang muda Indonesia, Evan Dimas Darmono boleh saja masih bimbang dengan rencana menjalani program spesial di Espanyol B. Namun sang ibunda, Ana, mengaku ada perubahan yang signifikan dari kebiasaan anak sulungnya sejak pemberitaan mengenai Evan ke Spanyol muncul di berbagai media massa nasional.

Perubahan yang paling mencolok mengenai porsi latihan. Ana menyatakan, akhir-akhir ini Evan semakin rajin latihan. Bahkan, usai menempuh perjalanan jauh dari Bireuen ke Surabaya, Sabtu (9/1/2016) malam, keesokan harinya, Minggu (10/1/2016) sore, bertempat di Lapangan Made, Evan tetap berlatih bersama rekan-rekan sekampungnya.

Kendati Evan menolak jika upayanya ini disebut-sebut sebagai persiapan ke Spanyol, sang ibunda yakin Evan diam-diam menyiapkan kondisinya untuk mengikuti program spesial bersama Espanyol B. "Saya kira begitu karena tidak seperti biasanya dia serajin ini," ujar Ana.

Ana memang sangat mengenal kebiasaan sang anak. Maklum, sejak Evan masih kecil, Ana yang kerap mendampingi putra sulungnya itu ke mana pun berlatih dan bertanding. Itulah mengapa Ana bisa mengetahuinya perubahan sekecil apa pun perubahan pada pemain lulusan Mitra Surabaya ini.

Advertisement

Menurut sang ibunda, bila libur dari agenda latihan, biasanya Evan lebih banyak di rumah untuk beristirahat dan berkumpul dengan ketiga adiknya. Bahkan ketika rekan-rekannya mengajak latihan, Evan tak jarang menolak.

Evan mengakui ia semakin rajin latihan hanya untuk jaga kondisi. "Sebagai pemain profesional, saya harus jaga kondisi, bukan karena ada apa-apa. Mungkin sedang kambuh rajinnya,” kata pemain kelahiran Surabaya, 13 Maret 1995 itu berkelakar.

Evan bisa saja mengelak, namun sang ibunda lagi-lagi menegaskan, Evan tampaknya menyembunyikan keinginannya menebus kegagalan lolos tes di UE Llagostera Agustus 2015.

Menurut Ana, kala itu Evan Dimas sangat kecewa, bukan karena tidak lolos tes, tapi karena dianggap terlalu kurus sehingga diyakini sulit bersaing dengan pemain Eropa yang berpostur tinggi dan besar.

"Saya tahu anak saya, dia tidak pernah mengungkapkan apa yang ada di hatinya. Saya ini ibunya, bisa merasakan apa yang ada di hati dan pikirannya," jelas Ana.