Liga Vakum, Pelatih Persiba Bantul Akrab dengan Papan Tulis Lagi

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 12 Jan 2016, 13:45 WIB
Pelatih Persiba Bantul, Sajuri Syahid, kembali ke dunia pendidikan sesuai profesinya sebagai guru. (Bola.com/Romi Syahputra)

Bola.com, Bantul - Tidak ada aktivitas yang dilakukan klub Divisi Utama, Persiba Bantul, di saat kompetisi berhenti seperti sekarang. Namun, bukan berarti Pelatih Persiba Bantul, Sajuri Syahid, lantas menganggur.

Pelatih kelahiran Bantul 1 Desember 1967 itu kembali ke bangku pendidikan dan mengakrabi papan tulis lagi dengan mengajar di SMA Negeri 1 Sewon Bantul. Aktivitas mengajar memang sudah dijalani Sajuri sejak 1996.

"Sekarang lebih fokus mengajar. Apalagi latar belakang saya pendidikan ilmu olahraga. Namun, saya juga masih melatih klub lokal Pengcab PSSI Bantul, Melati Muda di Lapangan Pasutan (Bantul)," ungkap Sajuri.

Ia menceritakan, saat melatih PS Melati Muda itulah Sajuri menempuh pendidikan FPOK di IKIP Yogyakarta (sekarang UNY) hingga lulus 1996. Setelah itu, bapak dua anak tersebut mengajar di SMA Muhammadiyah 1 Bantul, SMA Pajangan Bantul, dan SMA 1 Sewon Bantul hingga sekarang.

Diakuinya, saat kompetisi berjalan, kegiatan mengajar hanya berkisar 6-8 jam per pekan. Sementara saat tidak ada aktivitas sepak bola nasional seperti ini dia bisa mengajar 24 jam setiap pekan.

Advertisement

Menurut Sajuri Syahid, pelatih dan guru sebenarnya memiliki dasar yang sama, yakni mendidik anak atau pemain sehingga dirinya tidak kesulitan menjalankan dua pekerjaan tersebut meski jadwal kompetisi sedang padat.

"Menjadi pelatih menularkan ilmu yang saya punya. Tapi, tetap saja ada perbedaan. Kalau bersama klub profesional, apapun kemauan kita, pemain harus mengikuti. Tapi, kalau murid tidak bisa. Anak-anak saya beri pelajaran olahraga keras, namun asupan nutrisi tidak dipenuhi ya percuma. Apalagi latar belakang ekonomi keluarga kan berbeda-beda," tuturnya.

Meski bisa fokus di dunia pendidikan, pelatih yang sukses mengantar Persiba Bantul juara Divisi Utama 2010-2011 ini tetap berharap kompetisi segera berulir. Dia menilai problem kisruh saat ini bisa selesai apabila tak ada unsur politik di dalamnya.

"Kalau masih mementingkan ego sendiri ya tidak akan selesai. Sebaiknya pengelolaan sepak bola jangan dicampuri urusan politik biar roda kompetisi bisa dijalankan lagi," kata Sajuri.