Cerita 2 Pemain Perseden di Arema, Anak Gawang dan Pemain Senior

oleh Iwan Setiawan diperbarui 20 Jan 2016, 12:00 WIB
I Gede Sukadana (tengah) menyimpan cerita menarik dengan M. Kamri (kiri). (Bola.com/Kevin Setiawan)

Bola.com, Malang - Arema Cronus sudah tersingkir di Piala Jenderal Sudirman. Kekalahan melalui adu penalti dari Mitra Kukar di leg kedua semifinal (17/1/2016) yang dimainkan di Stadion Kanjuruhan, Malang, menghentikan langkah Singo Edan.

Meski kiprah Singo Edan di turnamen yang digelar untuk memeriahkan HUT TNI ke-70 itu telah berakhir, rupanya masih ada cerita yang tertinggal. Kisah ini melibatkan I Gede Sukadana dan M. Kamri.

Masuknya pemain sayap gaek M. Kamri di skuat Arema Cronus dalam ajang Piala Jenderal Sudirman, jadi cerita tersendiri bagi gelandang I Gede Sukadana. Untuk pertama kalinya mereka jadi rekan satu tim. Lantas apa istimewanya? Ternyata, Sukadana pernah jadi anak gawang ketika Kamri bermain untuk Perseden Denpasar pada 2003.

"Benar-benar tidak menyangka. Dulu saya anak gawangnya. Senang kalau melihat mainnya. Sekarang bisa kumpul dan makan bareng sebagai rekan satu tim," kata Sukadana.

Advertisement

Pada 2003 itu, Sukadana masuk dalam tim U-15 Perseden Depnasar sehingga tiap kali M. Kamri dkk. bermain, dia yang jadi pemungut bola. Seingat Sukadana, saat ini hanya Kamri, eks Perseden yang masih bertahan di kancah tertinggi sepak bola Tanah Air.

Hal ini membuat Sukadana menaruh rasa hormat tinggi kepada pemain yang kini berusia 36 tahun tersebut. "Saya juga masih terus belajar kepada Mas Kamri biar awet main bola juga," katanya.

Di sisi lain, Kamri baru tahu bila Sukadana adalah mantan anak gawang di Perseden. Dia mendengar cerita itu dari Sukadana ketika baru bergabung ke tim Singo Edan akhir 2015.

Bicara soal nasib terkini, Kamri tak lagi jadi sosok yang "dilayani" Sukadana. Bahkan di Arema nasib mereka berbeda. Sukadana kerap dapat kesempatan main di lini tengah sedangkan Kamri, namanya tidak pernah masuk line-up.

Meski demikian, keduanya sangat akrab di luar lapangan. Sukadana juga pernah diundang untuk makan bersama di rumah Kamri yang kebetulan berada di Malang. "Tentu saya ikut senang ada pemain muda dari klub saya dulu, seperti Sukadana yang sukses," kata Kamri.

Akan tetapi, kebersamaan kedua pemain ini di Arema Cronus bisa segera berakhir karena manajemen Singo Edan kemungkinan melakukan perombokan tim setelah gagal menembus final PJS. Kemungkinan nama Kamri bakal terdepak karena minim kontribusi.