Tak Enak Hati, Arema Cronus Gagal Daratkan 3 Pemain Lokal

oleh Iwan Setiawan diperbarui 04 Feb 2016, 06:00 WIB
Leonard Tupamahu jadi salah satu pemain yang gagal direkrut Arema Cronus. (Bola.com/Kevin Setiawan)

Bola.com, Malang - Arema Cronus gagal mendatangkan tiga pemain lokal bidikan karena para pemain yang diinginkan sudah lebih dulu bergabung dengan klub lain.

General Manager Arema, Ruddy Widodo, membuka kartu siapa saja pemain yang dimaksud. Tiga pemain itu, yaitu Leonard Tupamahu (yang memilih berlabuh ke Borneo FC), Gunawan Dwi Cahyo yang dipertahankan Persija Jakarta, dan Lerby Eliandry yang bergabung dengan Borneo FC.

"Mereka sebenarnya belum teken kontrak dengan klub barunya. Tapi, mereka tidak enak hati kalau kabur ke Arema," kata Ruddy.

Kegagalan ini membuat pelatih dan manajemen pusing. Sebab, sudah ada delapan pemain yang lebih dulu dilepas. Posisi stoper kini jadi yang paling krisis karena hanya ada Kiko Insa dan Purwaka Yudi yang dimiliki Singo Edan, tidak ada pelapis lainnya. "Pelatih minta cari pelan-pelan saja pemain putra daerah Malang," imbuhnya.

Para asisten pelatih pun bergerak cepat untuk mencari pemain lokal Malang yang usianya masih muda. Beberapa pemain PON Jatim masuk bidikan. Namun hingga kini, pemain yang diinginkan masih belum mendapat restu dari pelatih PON Jatim, Hanafing.

Advertisement

"Ada satu nama, M. Zaenuri, yang kami minta. Pemainnya sudah oke, tapi pelatih PON tidak memberi izin," jelas asisten pelatih Arema, Kuncoro.

Saat ini Arema terus mencari bek muda yang bisa dikembangkan di Arema. "Kami terus berupaya mencari. Bakat-bakat dari Akademi Arema juga ada kemungkinan diseleksi," lanjut Ruddy lagi.

Sebelumnya, Arema Cronus punya dua stoper gaek, Hermawan dan Suroso, yang jadi pemain pelapis tetapi mereka sudah terlanjur didepak. Begitu juga dengan dua jebolan Akademi Arema, Oky Dery dan Nanda Bagus, yang bisa jadi stoper dan gelandang bertahan. Keduanya dipinjamkan ke klub lain yang bisa memberi kesempatan main lebih banyak.