Penyelenggaraan MotoGP Indonesia Digeser ke Tahun 2018?

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 04 Feb 2016, 21:52 WIB
Menpora Imam Nahrawi mengatakan Indonesia masih mendapat kelonggaran dari Dorna Sports terkait bidding menjadi tuan rumah MotoGP 2017. (bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Status Indonesia sebagai salah satu tuan rumah MotoGP 2017 masih simpang siur. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengklaim Dorna Sport sebagai operator MotoGP masih memprioritaskan Indonesia.

Namun, jika enam bulan sebelum pelaksanaan balapan infrastruktur belum siap, jatah Indonesia sebagai tuan rumah bisa digeser ke tahun 2018.

Advertisement

Menpora, Imam Nahrawi, mengatakan Dorna akan datang ke Jakarta dua pekan lagi untuk membahas kelanjutan rencana menggelar MotoGP Indonesia. Sebelumnya Dorna memberi batas waktu hingga 31 Januari kepada Indonesia meneken kontrak kerja sama sebagai tuan rumah MotoGP.

Namun, hingga batas waktu habis, belum ada kontrak yang ditandatangani. Menpora malah mengklaim Dorna sudah memberikan kelonggaran kepada Indonesia. Kontrak bisa ditandatangani setelah 31 Januari.  

“Kami masih berusaha sekuat tenaga supaya tetap 2017. Tapi Dorna memberikan toleransi. Jika persiapan infrastruktur belum siap sampai enam bulan sebelum Oktober 2017 (jadwal Indonesia menggelar MotoGP), kita bisa bergeser ke 2018,” kata Menpora, seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Imam Nahrawi optimistis Indonesia masih menjadi prioritas Dorna. Bahkan, dia mengaku akan minta ke Dorna supaya Indonesia bukan hanya diberi jatah menjadi tuan rumah selama tiga tahun, tapi lebih dari itu.

“Dorna lah yang butuh Indonesia, karena Indonesia merupakan pasar motor yang besar. Jadi kami mengusahakan akan tetap 2017 (menggelar MotoGP Indonesia),” kata Imam.

Rencana Indonesia menggelar MotoGP pada 2017 menjadi terombang-ambing setelah Presiden menolak rencana renovasi Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sirkuit internasional itu sempat direncanakan untuk menjadi tempat menggelar MotoGP 2017-2019. Biaya yang terlalu mahal menjadi masalah utama dibatalkannya rencana renovasi sirkuit yang memiliki lintasan sepanjang 4,12 kilometer tersebut.

Dana yang dibutuhkan untuk merenovasi Sirkuit Sentul mencapai Rp 200 miliar. Biaya tersebut sudah termasuk biaya penyelenggaraan MotoGP musim 2017-2019.

Kemenpora menyiapkan dua sirkuit sebagai opsi pengganti Sirkuit Sentul. Pertama, Kemenpora memberikan opsi Sirkuit A Land yang berada di Palembang. Kedua, ada rencana membangun sirkuit baru di Jawa Barat.

Saat ditanya apakah saat bertemu Dorna sudah harus menyodorkan nama sirkuit, Menpora menjawab singkat. “Tidak. Nanti itu akan dibicarakan dahulu,” imbuh politisi PKB tersebut.