Bertemu Menpora dan Agum Gumelar, Wapres JK Beri Pesan Penting

oleh Aning Jati diperbarui 17 Feb 2016, 20:50 WIB
Wapres RI, Jusuf Kalla, berpesan kepada Menpora Imam Nahrawi dan Agum Gumelar (Tim Ad-Hoc PSSI) agar kisruh sepak bola Indonesia tuntas sebelum Asian Games 2018. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Ketua Tim Ad-Hoc PSSI, Agum Gumelar, tak membuang banyak waktu demi pulihnya sepak bola Indonesia. Sekembalinya menemui jajaran Komite Eksekutif AFC di Kuala Lumpur, Agum melaporkan hasil pertemuan pihaknya itu kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Agum tidak sendirian dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Wapres di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016) sore. Menpora RI, Imam Nahrawi, juga turut hadir dalam pertemuan itu.

Kepada wartawan di Kemenpora, Imam menjelaskan beberapa pokok pertemuan. "Pak Agum ingin pemerintah mencabut Surat Keputusan (SK) pembekuan. Saya sampaikan, tentu prasyarat yang pemerintah tetapkan harus dipenuhi dulu sebelum bisa memenuhi hal itu," kata Imam, mengacu pada masalah lisensi klub profesional.

"Sejauh ini komitmen itu masih dipegang. Tapi, pemerintah belum bisa masuk Tim Ad-Hoc selama pembenahan belum dilakukan dengan baik," imbuhnya.

Advertisement

Menteri yang juga politisi itu mengungkapkan pula bila pemerintah sempat tersinggung dengan pembentukan tim Ad-Hoc lantaran sebelumnya Presiden RI, Joko Widodo, berharap Tim Kecil bentukannya bisa bekerja sama dengan PSSI serta FIFA-AFC untuk menuntaskan kisruh sepak bola Indonesia.

"Tidak boleh menafikkan pemerintah. Jangan selalu menyalahkan pemerintah dan harus sadar bila semua ini proses panjang. Pak Agum sangat paham dengan hal ini," lanjut menteri berusia 42 tahun itu.

Imam menambahkan bila dalam pertemuan itu Wapres Jusuf Kalla mengingatkan sekaligus berpesan agar kisruh yang hingga saat ini sudah hampir berlangsung selama setahun, diwajibkan tuntas sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018. 

Di sisi lain, Agum menyampaikan kepada Wapres janji Komite Eksekutif AFC yang akan memberikan hak tuan rumah penyelengaraan Piala AFF 2016 pada November 2016 ke Indonesia, seandainya pemerintah bersedia mencabut SK pembekuan. Mantan Ketua Komite Normalisasi PSSI itu berujar FIFA akan secara otomotis mencabut sanksi pembekuan kepada Indonesia bila pemerintah mencabut SK pembekuan terhadap PSSI.