5 Pelatih-Bos Klub Berpenampilan Modis dan Unik di Indonesia

oleh Aning Jati diperbarui 16 Okt 2016, 08:30 WIB
bola.com memilih lima pelatih dan petinggi klub di Indonesia yang memiliki gaya busana modis, trendi, dan unik. (Bola.com/Rudi Riana)

Bola.com, Jakarta - Kendati wanita ikut memainkan sepak bola sama baiknya dengan kaum pria, sejatinya olahraga 11 versus 11 ini kental dengan atmosfer maskulin.

Sepak bola yang kini sudah jadi bisnis global tidak melulu hanya bicara soal permainan di lapangan. Publik melirik para pelaku olahraga paling populer di dunia ini, mulai pemain, pelatih, hingga ofisial klub. Tidak hanya dari sepak terjang mereka di lapangan, melainkan juga aktivitas dan tingkah laku di luar lapangan.

Di luar lapangan, banyak pesepak bola yang dielu-elukan kaum hawa karena penampilan modis, trendi, dan unik yang dipadukan bodi aduhai dan wajah tampan yang mereka miliki. Hal itu wajar karena saat bermain, para pemain terikat hanya bisa mengenakan kostum tim alias jersey dan celana pendek klub masing-masing.

Di saat itulah pelaku sepak bola yang lain, semisal pelatih dan ofisial tim, bisa menunjukkan daya tarik lewat penampilan luar atau busana yang dikenakan saat mendampingi tim berlaga.

Advertisement

Pasalnya, tidak seperti pemain, mereka tidak terikat aturan baku. Pelatih atau manajer lebih bebas dalam berpenampilan di tepi lapangan saat pertandingan berlangsung.

Lihat saja gaya penampilan pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, yang terlihat stylish dengan gaya klasik: kemeja dipadankan dengan kardigan atau sweater. Atau semisal Fabio Capello yang kerap mengenakan mantel (coat) dengan model trendi.

Di Indonesia, ada pula pelatih dan petinggi klub yang memiliki gaya modis, trendi, dan bahkan unik saat mendampingi tim bermain. Siapa saja mereka? bola.com pilihkan lima di antaranya untuk Anda:

2 dari 6 halaman

Iwan Budianto

Iwan Budianto, gaya pakaian pilihannya yang trendi kala mendampingi tim berlaga kerap jadi perhatian. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pria kelahiran 24 Januari 1974 ini sudah lama malang-melintas di kancah sepak bola Indonesia. Selain tangan dinginnya kala memimpin sebuah klub di balik layar, penampilannya saat di pinggir lapangan juga tak kalah menarik.

Iwan Budianto kerap mengedepankan gaya santai ala bos muda. Sejak jadi manajer Persik Kediri, sosoknya dengan mudah dikenali dengan celana jeans pendek, kaus berkerah, sepatu olahraga merek ternama.

Sebagai aksesori, ia juga kerap mengenakan topi dan mengenakan kacamata hitam yang makin mempertegas gaya anak muda. Ia juga kerap mengubah potongan rambutnya dan sesekali mewarnai rambutnya.

Gara-gara gayanya yang santai, Iwan Budianto pernah tertahan di Istana Negara karena tak mengenakan pakaian resmi saat hendak bertemu Presiden Joko Widodo. Tetapi, hal semacam itu tak membuatnya kapok. Ia tetap setia dengan pilihan gaya pakaiannya.

Gaya itu layak membuatnya jadi pusat perhatian. Bahkan beberapa manajer muda yang baru berkiprah di sepak bola nasional atau pemain muda, tak segan menjadikan gaya berpakaian Iwan Budianto itu sebagai role model mereka.

3 dari 6 halaman

Nilmaizar

Pelatih Semen Padang, Nilmaizar, mengenakan sweater yang jadi ciri khasnya. (Bola.com/Robby Firly)

Sosok pelatih yang satu ini kebapakkan, terlihat bijaksana, dan tenang saat mendampingi tim berlaga. Namun jangan salah, Nilmaizar juga bisa meledak-ledak dan ekspresif di pinggir lapangan. Satu yang pasti adalah gaya berpakaian pelatih asal Sumbar itu yang berbeda dengan mayoritas pelatih di Tanah Air.

Sepintas, Nil terlihat menyukai gaya rapi. Ia kerap memadu-padankan kemeja dengan sweater, seperti gaya anak muda zaman sekarang. Tak jarang ia mengenakan kemeja putih polos dipadu celana jeans dan memakai sepatu pantofel. Terkadang pula pelatih berusia 46 tahun itu mengenakan jas atau jaket trendi.

Nilmaizar mengungkapkan kerapian dan kebersihan dalam berbusana itu merupakan bagian cerminan iman. Di kalangan sepak bola nasional, banyak pula yang menilai gaya berpakaian bapak dua orang puteri itu memiliki kemiripan dengan pelatih timnas Jerman, Joachim Loew. Bagaimana menurut Anda?

Bisa jadi gaya modis Nilmaizar merupakan saran dari dua puterinya yang beranjak dewasa, yang ingin melihat sang ayah tetap terlihat menarik di layar kaca saat menjalankan tugasnya.

4 dari 6 halaman

Dejan Antonic

Ekspresi Dejan Antonic, pelatih Persib Bandung saat melawan Bali United dalam turnamen sepak bola Bali Island 2016 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (21/2/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Mantan pelatih Pelita Bandung Raya dan Persib Bandung ini terlihat cenderung menganut gaya santai nan bebas. Suatu ketika ia mengenakan hem berpadu jeans lengan panjang, di lain waktu memakai hem lengan pendek. Tetapi, ia tetap tidak meninggalkan gaya sporty dengan sesekali memakai kaus saat mendampingi timnya berlaga.

Walau terkesan "biasa saja" dan terlihat natural, gaya busana Dejan Antonic ini sudah melekat dalam benak penggemar sepak bola di negeri ini.

Meski terkesan sederhana, Dejan juga bisa berubah ketika menghadiri acara resmi. Seperti ketika seremoni penunjukkan dirinya sebagai pelatih anyar Persib beberapa waktu lalu, pelatih asal Serbia itu tak segan berdandan necis dengan mengenakan jas rapi.

5 dari 6 halaman

Fahmi Fikroni

Gaya berpakaian manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, mengundang kritikan dari koleganya. (Bola.com/Robby Firly)

Mungkin belum banyak yang mengenal sosok satu ini. Fahmi Fikroni, yang menjabat sebagai manajer-pelatih klub Divisi Utama, Persatu Tuban. Di kalangan Divisi Utama, khususnya di wilayah Jawa Timur, manajer muda ini tak hanya dikenal berkat kiprahnya mengelola Persatu tetapi juga karena gaya berpakaian yang dipilihnya.

Roni, panggilan akrab Fahmi Fikroni, belakangan dikenal menyukai mengenakan setelan jas layaknya manajer-manajer di Benua Eropa, ketika mendampingi timnya berlaga. Bahkan untuk laga yang bertajuk uji coba sekalipun, Fahmi tetap memakai jas.

Roni mengungkapkan bahwa sebagai manajer muda, ia harus memiliki ciri khas yang tidak dimiliki orang lain untuk menunjukkan semangat dalam dirinya. Ia berujar gaya berjas yang dipilihnya juga menunjukkan profesionalisme dalam bidang yang ditekuninya saat ini, alih-alih mengenakan celana kolor pendek atau kaus oblong terutama dalam pertandingan resmi.

Pilihan busana Roni ini jadi pembahasan seru. Ada yang setuju, ada pula yang menilai gaya itu terlalu berlebihan untuk dibiasakan di lingkungan sepak bola Indonesia. Anda setuju dengan gaya Roni ini?

6 dari 6 halaman

John Castro

John Castro tampil unik dengan memakai kemeja batik setiap kali mendampingi timnya bertanding. (Liga Prima)

Sama seperti Fahmi Fikroni, mungkin tidak banyak yang mengikuti kiprah John Castro. Pelatih asal Cile itu memang tidak memiliki catatan menakjubkan saat menangani klub di Indonesia. Pada 2012 pelatih dengan nama lengkap John Castro Caballero itu sempat jadi pelatih Perseman Manokwari.

Berbeda dari kiprahnya dalam merancang taktik dan strategi tim yang luput dari perhatian, banyak yang mengingat John Castro berkat pilihan gaya busananya. John Castro bisa jadi adalah satu-satunya pelatih asing di Indonesia, bahkan pelatih lokal sekalipun, yang mengenakan baju bermotif batik setiap kali mendampingi tim bertanding.

Gaya unik itu berhasil mengundang perhatian. Bagaimana tidak bila motif khas Indonesia itu biasanya dikenakan pada acara resmi semisal resepsi pernikahan dan acara lain, tetapi justru dikenakan di lapangan?

Dalam sebuah kesempatan mantan pelatih Pro Duta itu mengungkapkan kegemarannya memakai kemeja batik sebagai wujud penghormatannya pada Indonesia, tempatnya mencari nafkah. Ia juga berujar memiliki ketertarikan dengan batik, yang memiliki berbagai motif indah.

 

Berita Terkait