Nyepi yang Lebih Tenang untuk I Gede Sukadana

oleh Iwan Setiawan diperbarui 09 Mar 2016, 11:30 WIB
I Gede Sukadana merasakan Nyepi yang lebih tenang setelah memperkuat Bali United. Foto diambil saat Sukadana (tengah) bermain di Arema Cronus. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Denpasar - Gelandang Bali United, I Gede Sukadana, menganggap hari raya Nyepi kali ini, Rabu (9/3/2016), jauh lebih tenang. Salah satu alasannya, sekarang dia tak lagi harus mudik untuk merayakan hari besar bagi umat Hindu itu di kampung halaman bersama keluarga dan kerabat.

"Sekarang terasa lebih enak. Tidak dibingungkan dengan urusan tiket pulang dan balik ke Surabaya atau Malang lagi," katanya.

Selama Nyepi pada hari ini, Sukadana akan melewatkan waktu di rumah bersama keluarga. "Seperti Nyepi sebelumnya, hanya di rumah sama keluarga. Kan tak bisa ke mana-mana. Tapi, bedanya ya lebih tenang," imbuhnya.

Sejak jadi pesepak bola profesional pada 2007, Sukadana menjalani tradisi mudik untuk merayakan Nyepi karena dia merantau. Ia tercatat pernah bermain bermain di tiga klub Jawa Timur, yakni Persekabpas Pasuruan, Persela Lamongan, dan Arema Cronus.

Advertisement

Jika Nyepi bertepatan dengan kompetisi, dia tidak bisa pulang. Namun, bila hanya agenda latihan, dia langsung ke pulang Bali dan harus segera membeli tiket untuk kembali ke Surabaya atau Malang.

"Dulu kepikiran harus menempuh perjalanan pergi pulang, bikin tidak tenang dan capek. Beruntung sekarang dapat kesempatan bermain di Bali United jadi tak perlu menjalani mudik lagi," candanya.

Faktor dekat dengan keluarga memang jadi pertimbangan Sukadana bergabung dengan tim Serdadu Tridatu. Selain itu, dia juga berencana menikahi wanita asal Bali pada pertengahan tahun ini.

Dua faktor tersebut yang membuat Sukadana mantap menolak pinangan tiga klub besar seperti Semen Padang, Madura United, dan Pusamania Borneo F selepas tak lagi dipertahankan Arema Cronus pada awal Februari lalu.