Rentetan Cedera Belum Berhenti Menimpa Ahmad Bustomi

oleh Iwan Setiawan diperbarui 28 Mar 2016, 19:30 WIB
Ahmad Bustomi sampai dipijat dua masseur sekaligus untuk menghilangkan letihnya seusai tur tandang ke Tenggarong pekan lalu. (Bola.com/Kevin Setiawan)

Bola.com, Kuta - Nasib sial masih belum beranjak dari gelandang senior Arema Cronus, Ahmad Bustomi. Baru sembuh dari cedera engkel, pemain 30 tahun ini harus berkutat dengan cedera lutut yang didapatkan saat pertandingan terakhir Grup B Torabika Bhayangkara Cup 2016 melawan Persipura Jayapura (27/3/2016).

Pada pertandingan tersebut, pemain yang akrab disapa Cimot ini baru tampil selama dua menit. Setelah berbenturan dengan pemain muda Persipura, Osvaldo Haay, Cimot mengalami cedera di lutut kanannya. "Saya sempat coba berjalan. Tapi, sakit kalau ditekuk," kata mantan pemain Mitra Kukar ini.

Cedera itu sekilas terlihat parah karena Cimot harus dibantu tim medis saat berjalan meninggalkan stadion. Ketika rombongan Arema Cronus pulang ke Malang pada Senin pagi, pemain yang akrab dengan nomor punggung 19 itu masih terpincang-pincang. "Saya harap cedera ini tidak serius. Selasa (29/3/2016), rencananya akan pemeriksaan medis (MRI)," imbuhnya. 

Advertisement

 

Seperti apa detail cederanya itu baru terlihat setelah tes MRI keluar. Sebelumnya, Bustomi sempat menghilang dalam ajang Bali Island Cup dan Piala Gubernur Kaltim.

Eks gelandang Timnas Indonesia itu harus menyembuhkan cedera engkel. Setelah sembuh, Cimot coba berjuang untuk meraih posisinya lagi sebagai starter di lini tengah.

Sebab, sejak Arema ditangani Milomir Seslija, dia lebih banyak diturunkan sebagai pengganti karena masih dalam proses adaptasi dengan gaya bermain Milo. Apalagi saat awal Milo gabung pada akhir Januari lalu, Cimot lebih banyak latihan terpisah untuk pemulihan cedera.

Dalam ajang Torabika Bhayangkara Cup 2016, baru sekali dia dapat kesempatan sebagai starter. Sialnya, dia justru cedera di menit awal saat kesempatan sebagai pemain inti datang. Cimot mengaku kecewa karena cedera kembali datang saat kondisinya membaik.