Kandang Alternatif Persija Musim Ini, Cikarang atau Solo

oleh Gerry Anugrah Putra diperbarui 31 Mar 2016, 17:30 WIB
Persija Jakarta bisa menggunakan Stadion Manahan Solo untuk menggelar laga kandang saat SUGBK dan Stadion Patriot Direnovasi. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Menjelang bergulirnya Indonesia Soccer Competition (ISC) A 2016, Persija Jakarta masih belum menentukan akan bermain di mana. Tim Macan Kemayoran masih bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, sebelum bulan Ramadhan. 

Tetapi, Persija belum memutuskan akan bermain di mana setelah SUGBK direnovasi untuk Asian Games pada Agustus 2016 hingga Juli 2017. Sebelumnya, beredar kabar bahwa ‘Si Merah-Putih’ akan menggunakan Stadion Patriot, Bekasi, tetapi rencananya itu ternyata juga belum pasti. 

“Kami  juga belum tahu. Sebelum puasa, Persija masih bisa pakai SUGBK tapi setelah itu belum dapat tempat. Stadion Patriot di Bekasi juga belum tentu, karena juga masih direnovasi,” ujar Ferry Paulus kepada bola.com saat ditemui di Lapangan Villa 2000, Kamis (31/3/2016). 

Advertisement

Persija juga pernah merencanakan menggunakan Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Selain itu, Stadion Manahan di Solo juga menjadi favorit tetap bagi Persija jika harus bermain di luar Jakarta. 

Persija saat ini sedang menjalani proses verifikasi klub dari operator Indonesia Soccer Championshop (ISC) A 2016, yakni PT Gelora Trisula Semesta (GTS). Salah satunya adalah kelayakan stadion yang menjadi homeground klub-klub kontestan ISC A. 

Masalah stadion memang menjadi masalah yang klasik bagi Persija. Setelah mereka kehilangan Stadion Persija di Menteng, Jakarta, yang digusur oleh Pemerintah Daerah Kota DKI Jakarta pada tahun 2006, Persija hingga kini belum mempunyai stadion sendiri. 

Bahkan, stadion yang pernah bertahun-tahun digunakan Persija, yakni Stadion Sanggraha Pelita Jaya, Lebak Bulus, juga diruntuhkan untuk pembangunan fasilitas transportasi Kota Jakarta. Hal itulah yang membuat Persija Jakarta tak memiliki kandang secara ‘resmi’ di kotanya sendiri.