Beda Nasib Boaz Solossa dengan Imanuel Wanggai di Persipura

oleh Gerry Anugrah Putra diperbarui 12 Apr 2016, 19:00 WIB
Imanuel Wanggai, baru disodori kontrak oleh Persipura kalau cederanya pulih. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Jayapura - Persipura Jayapura dipastikan kembali diperkuat oleh Boaz Solossa, setelah kontraknya diputus oleh klub Timor Leste, Carsae FC. Namun, tidak demikian dengan Imanuel Wanggai. Status sang pemain di Tim Mutiara Hitam masih menggantung.

Boaz Solossa sendiri mengikuti uji coba terakhir Persipura melawan tim PON Papua yang berkesudahan 1-2 pada Sabtu (9/4/2016). “Boaz sudah mulai ikut latihan Jumat (8/4/2016) dan langsung turun pada laga uji coba sehari berselang,” jelas Sekretaris Tim Persipura, Rocky Babena, kepada bola.com.

Di sisi lain, manajemen Persipura belum secara resmi menyodori kontrak ke Imanuel Wanggai, yang juga baru dilepas Carsae karena kesulitan mendapat izin kerja dari pemerintah Timor Leste.

Advertisement

“Wanggai belum kami kontrak karena dia masih menderita cedera. Kami masih harus memantau kondisinya terlebih dahulu karena kami tidak ingin sia-sia mengontrak pemain jika tidak bisa dimainkan,” ujar Rocky.

Cedera hamstring Wanggai didapat kala ia membela Carsae di awal musim Liga Timor Leste. Ia pun pulang ke Jayapura untuk menjalani terapi sebelum akhirnya diputus kontrak oleh klubnya.

Besar kemungkinan Persipura tidak akan mengontrak sang gelandang jangkar jika hingga batas waktu pendaftaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 ia belum juga pulih.

Sebetulnya selain Wanggai, ada dua bintang Persipura yang sedang terbelit cedera, Ruben Sandi dan Lukas Mandowen. Mereka juga belum disodori kontrak permanen. “Kita lihat nanti saja. Jika cedera mereka pulih sebelum ISC bergulir, mereka akan kami daftarkan,” tutur Rochy.

Baik Imanuel Wanggai, Ruben Sanadi, dan Lukas Mandowen, masuk menjadi bagian tim hattrick juara Indonesia Super League Persipura Jayapura. Namun, kontribusi ketiganya di masa lalu tidak dihitung manajemen Tim Mutiara Hitam, yang lebih bersikap pragmatis karena pendanaan klub saat tampil di Indonesia Soccer Championship tak selonggar biasanya.