3 Bisnis yang Dirintis Dendi Santoso demi Masa Depan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 21 Apr 2016, 12:15 WIB
Pada usia 25 tahun, pemain sayap Arema, Dendi Santoso, sudah merintis tiga bisnis demi masa depannya. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Permainan pemain sayap Arema Cronus, Dendi Santoso, kini semakin apik. Hal itu tu tak lepas dari arahan pelatih asal Bosnia, Milomir Seslija. Meski sedang dalam performa puncak, pemain yang sedang dalam usia emas, 25 tahun, itu tidak lantas lupa daratan. Dendi tetap menyakini kalau tidak akan selamanya bisa bermain bola.

Itu sebabnya, Dendi saat ini sudah menyiapkan tiga bisnis untuk masa depannya. Bisnis pertama sebuah salon rias yang dikelola langsung oleh sang istri, Vivi Santoso. Sedangkan dua bisnis lain adalah clothing dan minuman susu.

Dua bisnis terakhir itu dikelola langsung oleh Dendi. Untuk clothing, merek yang dirintisnya bernama District. Beberapa desain sudah dimunculkan dan dipasarkan secara online. Meski belum memiliki toko, penjualan sejauh ini tergolong lumayan karena desain yang dibuatnya tak jauh dari sepak bola dan Arema.

Sedangkan untuk minuman susu, merek yang diusung Dendi adalah Mr D. Bisnis itu dimulainya dari bawah. Dia berkonsultasi dengan peracik susu untuk membuat sebuah minuman yang segar.

"Awalnya beli susu untuk bahan baku dan meracik sendiri dengan bantuan chef. Setelah ketemu ramuan yang pas, sekarang bisa meracik sendiri," ungkapnya.

Advertisement

Saat ini usaha Mr D masih berjumlah satu gerobak yang berlokasi di depan sebuah minimarket, tak jauh dari rumah Dendi.

"Kalau ada banyak pesanan, saya sendiri yang biasanya mengantar pesanan itu. Lumayan, kalau bisnis minuman ini perputaran modalnya lebih cepat daripada clothing. Sekarang saya sedang mencari tempat baru untuk buka kios Mr D lagi," kata pemain jebolan Akademi Arema ini.

Namun jika Dendi sedang melakoni tur bersama Arema Cronus, sang istri yang mengambil alih ketiga bisnis itu untuk dikelola. Pasangan ini memang gemar mengelola bisnis sendiri. Ide untuk membuat usaha juga dihasilkan saat keduanya melakukan sharing.

Latar belakang munculnya ide merintis usaha di luar sepak bola adalah kondisi sepak bola nasional yang sempat kacau pada 2015. Mau tak mau keduanya melirik bisnis di luar sepak bola agar pemasukan untuk kehidupan sehari-hari juga di masa depan tetap terjamin.