Gagal Juara di Monako, Ricciardo Beri Sinyal Tinggalkan Red Bull?

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 30 Mei 2016, 17:45 WIB
Daniel Ricciardo mengaku sangat kecewa dengan blunder yang dilakukan kru Red Bull Racing pada balapan F1 GP Monako, Minggu (29/5/2016). (EPA/Srdjan Suki)

Bola.com, Monte Carlo - Pebalap Red Bull Racing, Daniel Ricciardo, mengaku sangat kecewa dengan kegagalannya menjadi juara pada balapan F1 GP Monako, Minggu (29/5/2016). Bahkan, Ricciardo menyebut Red Bull tak punya peluang untuk meraih gelar juara.

Advertisement

Ricciardo sebenarnya menjalankan balapan di Sirkuit Monte Carlo dengan baik. Mengawali balapan dari pole position, pebalap asal Australia itu mampu mempertahankan posisinya dari incaran pebalap Mercedes, Lewis Hamilton.

Pada lap 24, Ricciardo kemudian masuk pit untuk mengganti ban. Namun, kru Red Bull melakukan blunder. mereka tak siap mengganti ban Ricciardo.

Ban yang harusnya dipakai Ricciardo ternyata masih berada di belakang garasi. Alhasil, pit stop berlangsung lebih lama dari biasanya. Saat kembali ke trek, Ricciardo berada di belakang Hamilton. Pebalap Mercedes itu akhirnya jadi juara dan Ricciardo harus puas finis di posisi kedua.

Daniel Ricciado di GP Monako (Andrej Isakovic/AFP)

Ini merupakan kesalahan kedua yang dilakukan kru Red Bull terhadap Ricciardo. Pertama terjadi pada balapan GP Catalunya, beberapa waktu lalu. Namun, Ricciardo tak merinci secara jelas apa kesalahan yang dilakukan timnya.

"Saya pikir sudah bisa melupakan kejadian di Barcelona dan bisa mengatasinya dengan baik, tapi sekarang sudah dua kali berturut-turut. Kami tidak berada di posisi Mercedes, kami tak bisa memenangkan balapan," ujar Ricciardo seperti dikutip Crash, Senin (30/5/2016).

"Mengalami kesalahan dua kali tentu menyakitkan. Saya tak yakin harus pergi ke mana, tak tahu apa yang harus dilakukan. Jelas mereka harus mengerti apa yang terjadi dan belajar dari ini, tapi kemenangan saya di Monako tak akan pernah kembali, itu fakta," tambahnya.

Pernyataan Ricciardo ini jelas menimbulkan tanda tanya. Ada indikasi pebalap berusia 26 tahun tersebut mulai tak percaya dengan tim berbasis di Inggris tersebut. Dengan, ambisinya untuk menjadi juara bukan tak mungkin Ricciardo mulai berpikir untuk pindah ke tim lain.