Ini Strategi Jonatan buat Jegal Lin Dan di Indonesia Open 2016

oleh Oka Akhsan diperbarui 01 Jun 2016, 20:45 WIB
Tunggal putra, Jonatan Christie, akan menyiapkan banyak strategi buat menghadapi Lin Dan (China) pada babak kedua Indonesia Open Super Series Premier 2016 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Tantangan berat menanti Jonatan Christie pada babak kedua BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Tunggal putra masa depan Indonesia itu sudah harus berhadapan dengan jagoan China, Lin Dan. 

Advertisement

Jonatan melaju setelah pada laga babak pertama di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2016), mengalahkan Hsu Jen Hao (Taiwan) 21-12, 21-19. Sementara itu, Lin Dan lolos ke babak kedua usai menundukkan Zulfadli Zulkiffli (Malaysia), 16-21, 21-18, 21-16.

"Sebelum Piala Thomas 2016 saya sudah tahu bakal bertemu Lin Dan jika lolos ke babak kedua. Ini jadi tantangan besar buat saya jika memenuhi target menyamai pencapaian tahun lalu," kata Jonatan, yang tahun lalu melaju hingga perempat final sebelum dijegal sang finalis, Jan O Jorgensen (Denmark), dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Bicara rekor pertemuan, Jonatan masih kalah dari Lin Dan. Pada satu-satunya duel di Singapura Terbuka 2016, Jonatan menyerah dua gim langsung 13-21, 7-21.

Meski kalah telak pada pertemuan pertama, Jonatan tetap optimistis mampu meraih kemenangan. Pemain ranking 19 BWF itu menyebut faktor penonton dan shuttlecock bakal menjadi pembeda.

"Berbeda dari pertemuan pertama, kali ini saya bermain di kandang sendiri dan akan mendapat dukungan penuh dari suporter. Selain itu, shuttlecock yang dipakai di Indonesia Open 2016 tipenya cepat dan Lin Dan kurang menyukai hal itu. Dia tipenya alot, tahan dulu baru serang. Tipe pemain seperti itu akan kesulitan di sini. Tadi saja Lin Dan banyak melakukan kesalahan. Bola lobnya banyak yang keluar," tutur Jonatan.

Belajar dari pertemuan pertama, Jonatan sudah punya bayangan soal strategi apa yang akan diterapkan saat menghadapi Lin Dan.

"Melawan pemain matang seperti Lin Dan, kita harus punya banyak strategi. Saya harus menyiapkan rencana A, B, atau C karena Lin Dan piawai membaca strategi lawan. Jadi, saat dia sudah menebak strategi saya, saya tak boleh ragu memakai taktik lain. Soal strategi apa yang akan diterapkan di pertandingan nanti, saya akan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan pelatih," kata Jonatan Christie.