Indonesia Open: Tommy Ingin Adiknya Tak Terbebani Nama Keluarga

oleh Yus Mei SawitriOka Akhsan diperbarui 01 Jun 2016, 22:58 WIB
Tomy Sugiarto mengembalikan kok saat berhadapan dengan pemain dari Hong Kong, Wei Nan pada turnamen Indonesia Open 2016 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2016). Tomy kalah 16-21, 14-21. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Nasib berbeda dialami kakak-beradik Tommy Sugiarto dan Jauza Fadhila Sugiarto pada babak pertama Indonesia Open Super Series Premier 2016 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Langkah Tommy harus terhenti setelah kalah dari pemain Hong Kong, Wei Nan. Namun, sang adik yang turun di nomor ganda putri bersama Apriani Rahayu sukses melenggang ke babak kedua seusai mengalahkan ganda Rusia, Anastasia Tyurina/Daria Tyurina dua gim langsung 21-9, 21-4.

Advertisement

Jauza juga turun di nomor tunggal putri. Tapi, dia kalah di babak kualifikasi dari sesama pemain Indonesia, Lyanny Alessandra Mainaky.

Sebagai kakak, Tommy mengaku ikut senang dengan keberhasilan Jauza lolos ke babak kedua. Dia berharap sang adik bisa bermain lepas, tak terbebani nama keluarga. Seperti diketahui, Tommy dan Jauza adalah putra-putri pebulutangkis legendaris Indonesia, Icuk Sugiarto.

Dua putri legenda bulutangkis ramaikan Indonesia Open 2016.

“Saya senang adik saya juga terjun di bulutangkis. Dia masih muda. Masa depannya masih panjang. Semoga dia bisa sukses,” kata Tommy.

“Soal turun di sektor apa saya beri kebebasan. Harapan saya dia bisa meniknati turnamen tanpa tekanan faktor keluarga,” imbuh pemain peringkat delapan dunia tersebut.