Bintang Muda Piala Eropa 2016: Kingsley Coman

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 02 Jun 2016, 13:11 WIB
Statstik penampilan Kingsley Coman. (Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Kingsley Coman hijrah ke Bayern Munchen menuai berkah. Berada di tangan pelatih sekelas Josep Guardiola, performa eks Paris Saint-Germain ini meningkat pesat. Sepanjang musim lalu, 20 partai mencatatkan namanya sebagai starter.

Saat berkostum Juventus, ia tak bisa maksimal. Status junior membuatnya tak bisa berkembang maksimal, karena menit bermainnya yang tak banyak. Hal yang wajar, karena Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menganggap Comaan belum bisa menjaga konsistensi penampilan di lapangan.

Namun, di balik itu, Allegri sempat mengakui kalau Coman punya skill individu tinggi. Sayang, saat itu aksi-aksi individu sang pemain tergolong mubazir alias banyak membuang kesempatan emas.

Advertisement

Model penampilan itu pula yang dianggap tak sesuai dengan karakter Juventus. Beruntung bagi Coman, karena pencari bakat Bayern Munchen melihat sisi lain dari pemain berkebangsaan Prancis tersebut.

Tak perlu berpikir panjang, Coman langsung menyatakan persetujuan untuk bergabung dengan Die Roten, julukan bagi Bayern Munchen. Hebatnya, berstatus pemain baru tak membuatnya canggung.

Hal itu didukung dengan kebijakan dan pola pelatihan ala Josep Guardiola, yang memang gemar menggabungkan antara potensi pemain muda dan strategi formasi di lapangan. Walhasil, suasana hati Coman gembira, dan membuatnya bisa bermain lebih tenang dengan menjaga tetap agresif.

Penyerang Timnas Prancis, Kingsley Coman (kanan) saat berebut bola dengan bek Timnas Kamerun, Adolphe Teikeu, pada laga persahabatan internasional di Stadion Beaujoire, Nantes, Prancis (30/5/2016). Coman akan menjalani debut di level turnamen akbar antarn

Sepak terjang Coman sepanjang musim lalu mmebuat Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps tak kuasa menahan tekanan publik untuk mengikutsertakan sang pemain serba bisa tersebut. Ia harus mengorbankan beberapa orang demi memberi ruang bagi Coman.

Kualitas Coman itu pula yang membuat Deschamps jatuh hati. Bagaimana tidak, pemain berusia 19 tahun tersebut mampu menyingkirkan Geoffrey Kondogbia, Maxime Gonalons,
Hatem Ben Arfa, Alexandre Lacazette, Kévin Gameiro, Paul-Georges Ntep sampai Nabil Fekir.

Statistik musim lalu juga menjadi penunjang 'hak' Coman untuk berkostum Timnas Prancis. Pada legel Bundesliga 2015-2016, ia bermain 23 partai dengan 1.688 menit di lapangan. Koleksi golnya ada 4, ditambah 6 asis, catatan 1,6 tembakan per partai dan akurasi umpan mencapai angka 84,5 persen.

Berkat tangan dingin Josep Guardiola, Coman juga mampu memerankan beberapa fungsi penting di lapangan. Dia tak hanya jago menusup dari sisi sayap, melainkan juga berperan sebagai gelandang serang tengah ataupun sesekali berstatus penyeran murni.

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini