Jadi Korban Tabrak Lari, Bintang MMA Ryan Jimmo Tewas

oleh Oka Akhsan diperbarui 28 Jun 2016, 15:15 WIB
Bintang MMA, Ryan Jimmo, meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di parkiran sebuah bar di Edmonton, Kanada, Minggu (26/6/2016). (Bola.com/Twitter/SInow)

Bola.com, Edmonton - Belum sebulan berselang sejak Kimbo Slice meninggal dunia pada awal Juni, dunia olahraga tarung bebas (MMA) kembali berduka. Salah satu petarung favorit fans ajang UFC, Ryan Jimmo, meninggal dunia pada Minggu (26/6/2016).

Jimmo tewas setelah menjadi korban tabrak lari di tempat parkir sebuah sports bar bernama H2O Lounge di Edmonton, Kanada.

Advertisement

Seperti dilansir Daily Mail, Jimmo terlibat adu mulut dengan pengunjung lain di luar bar saat sedang bersama sang kekasih. Ketika hendak kembali ke mobil, pria berusia 34 tahun itu langsung ditabrak oleh pria yang bertengkar dengannya. Setelah menabrak Jimmo, si pelaku langsung melarikan diri dengan mengendarai truk pick-up.

Jimmo yang terluka parah langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, meski sudah mendapatkan pertolongan darurat, nyawa pertarung yang punya nama ring "The Big Deal" itu tetap tak tertolong.

Berita meninggalnya Jimmo diumumkan oleh tantenya, Sharon, lewat stasiun televisi CBC.

"Ryan adalah seorang petarung. Namun, dia adalah pria yang baik dan dicintai semua orang. Ryan akan membantu siapa saja yang membutuhkan," kata Sharon.

Pihak Kepolisian Edmonton sampai saat ini masih memburu pria yang menjadi pelaku tabrak lari.

Setelah mendengar berita kematian tragis Jimmo, Presiden UFC, Dana White, langsung memberikan penghormatan buat petarung kelas berat ringan itu via media sosial Twitter.

"Kami sangat sedih dengan kepergian Ryan Jimmo. Jimmo tujuh kali bertarung di ajang UFC dalam rentang 2012-2015 dan mendapat bonus atas performanya dalam dua pertarungan. Kami turut berduka cita. Semoga keluarga, teman, dan sahabat-sahabat Jimmo diberi kekuatan pada masa sulit ini," sebut pernyataan di situs resmi UFC, Senin (27/6/2016).

Nama Ryan Jimmo mulai meroket setelah meraih kemenangan kilat pada pertarungan debutnya di UFC 149 melawan Anthony Perosh dari Australia. Petarung asal Kanada itu menang KO saat duel baru berjalan tujuh detik. Kemenangan Jimmo merupakan yang tercepat kedua sepanjang sejarah UFC.

Jimmo dikenal akan gaya selebrasinya yang unik. Usai meraih kemenangan, Jimmo kerap berjoget ala robot dan melakukan split.

Ryan Jimmo terakhir kali bertarung di ajang UFC pada Mei 2015 menghadapi Francimar Barroso. Kala itu dia kalah angka mutlak. Setelah duel itu, Jimmo dilepas UFC dan tak pernah bertarung lagi hingga meninggal dunia.