Dianggap Berbahaya, Kiper Persib Hindari Main Pokemon Go

oleh Nandang Permana diperbarui 19 Jul 2016, 19:00 WIB
Deden Natshir (paling kanan), tak suka bermain game termasuk Pokemon Go. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Demam Pokemon Go yang melanda sebagian negara di Dunia tak lantas membuat kiper muda Persib Bandung, M. Natsir untuk ikut-ikutan memainkan game tersebut. Menurut kiper yang akrab dipanggil Deden, banyak negatifnya ketimbang positifnya memainkan game-game termasuk Pokemon Go.

Pria kelahiran Soreng, Kabupaten Bandung mengatakan, sudah banyak contoh kejadian yang menimbulkan luka-luka para gamer Pokemon. Jadi, karena hal itu pula ia memilih tak memainkan game yang ramai diminati masyarakat luas.

"Saya tidak suka main game. Banyak orang suka Pokemon Go, saya tidak. Belum apa-apa saya sudah dengar banyak orang yang kecekalaan, jadi mending tidak memainkannya termasuk game-game lainnya. Dari kecil saya tidak suka main game," kata Deden kepada Bola.com, Selasa (19/7/2016).

Advertisement

Deden memilih menghabiskan waktu luang untuk beristirahat dan bercengkerama dengan keluarga. Ia juga menghindari kegiatan yang tidak dianjurkan dalam ajaran agama, salah satunya bermain game yang tidak ada manfaatnya.

Deden memang termasuk pemain yang sangat religius. Hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama sudah pasti ia tinggalkan. Tak senang dengan dunia game, Deden punya cara tersendiri untuk melepaskan penat.

Salah satu cara yang sering ia lakukan adalah jalan-jalan dengan keluarga besarnya. Entah itu jalan-jalan ke tempat wisata atau hanya sekedar melihat tanah-tanah yang ia miliki. Uang yang ia dapat dari gaji bermain bola, salah satunya Deden belikan beberapa bidang tanah.

"Ya, kalau untuk mengisi waktu mah banyak caranya ketimbang main game. Mungkin mengaji atau juga jalan-jalan bersama keluarga tercinta," ujarnya.

Sejak kecil, Deden dididik oleh keluarga untuk banyak bersosialisasi dengan teman sebaya, bukan menghabiskan waktu dengan bermain game.

"Sejak kecil, keluarga tidak memperkenalkan saya dengan game-game itu. Jadi, beruntung sekali saya tidak mengenalnya. Karena ternyata banyak negatifnya ketimbang manfaatnya," kata Deden Natshir mengakhiri pembicaraan.