Diragukan Bisa Kembali Raih Emas Olimpiade, Ini Komentar Lin Dan

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 06 Agu 2016, 08:20 WIB
Lin Dan berambisi merengkuh medali emas untuk kali ketiga di ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Rio de Janeiro - Ambisi pebulutangkis China, Lin Dan, memburu medali emas ketiga pada Olimpiade Rio 2016 menuai dukungan sekaligus memanen keraguan. Sebagian orang menganggap kans Lin Dan menjuarai nomor tunggal putra kurang menjanjikan karena penampilannya tak setangguh dulu dan usianya kini tak lagi muda.

Pebulutangkis peringkat tiga dunia tersebut kini telah berusia 32 tahun. Pria yang berjuluk Super Dan tersebut juga tak rutin menjuarai turnamen super series pada tahun ini. Prestasinya yang paling menonjol pada 2016 adalah keberhasilan menjuarai turnamen bergengsi All England. Selain itu, dia juga mengalahkan Chen Long di partai puncak Cina Masters. 

Advertisement

Namun, pada Mei pebulutangkis yang sudah mengantongi dua emas Olimpiade tersebut tampil buruk di ajang Indonesia Terbuka Super Series Premier, dengan tersingkir pada babak kedua. Ketidakkonsistenan itulah yang membuat publik meragukan Lin Dan bisa kembali menjadi raja di nomor tunggal putra. Namun, Lin Dan menepis semua keraguan dan kekhawatiran tersebut. 

"Saya semakin matang dibanding sebelumnya. Saya bisa menerima kekalahan sekarang. Saya telah tampil di tiga edisi olimpiade. Dari seseorang asing yang tak dikenali, hingga dianggap sebagai pengacau, serta pengawasan ketat terhadap saya pada awal-awal 2004. Saya bisa mengatasi itu semua dan memenangi medali emas 2008 dan 2012," kata Lin Dan, seperti dilansir China.nn, Jumat (5/8/2016).

"Saya sebenarnya tak terlalu berbeda dengan sebelumnya. Hanya, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik," ujar Lin Dan.   

Ambisi Lin Dan merengkuh medali emas di Olimpiade Rio dipastikan harus dilakukan melalui perjuangan berat. Sejumlah rival bakal mati-matian berupaya menggagalkan langkah Lin Dan menuju emas ketiganya. Sebut saja Chen Long, Victor Axelsen, Jan O Jorgensen dan Lee Chong Wei, Untuk nama yang terakhir, Rio adalah pertaruhan mimpi terbesarnya. Dalam dua olimpiade terakhir, medali emas yang sudah berada di depan mata Lee Chong Wei selalu lepas. Ironisnya dalam dua kesempatan itu misinya gagal di tangan Lin Dan. Dia kalah dalam dua kali laga final di Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012.

Saat ditanya tentang sosok Lee, Lin Dan mengakui keberadaan bintang Malaysia itu malah selalu menjadi sumber semangat dan inspirasinya. "Sejujurnya, satu-satunya hal yang menjaga langkah saya adalah Lee Chong Wei. Saya melalui banyak jalan yang berliku dibanding dia, tapi dia tetap lawan paling berbahaya dan terkuat," ujar Lin Dan.

"Umurnya tak terpaut jauh dari saya dan dia masih mendorong dirinya hingga limit. Dia menginginkan emas olimpiade ini melebihi orang lain dan ambisi itu terlihat di lapangan. Saya menghormatinya dan saya perlu belajar darinya," imbuh pebulutangkis berjuluk Super Dan itu.