Olimpiade: Tontowi / Liliyana, Salam Hormat demi Indonesia

oleh Okky Herman Dilaga diperbarui 18 Agu 2016, 01:56 WIB
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, meraih medali emas pada Olimpaide Rio 2016. (Reuters/Mike Blake)

Bola.com, Rio de Janiero - Papan skor menunjukkan keunggulan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, 20-12, pada gim kedua final bulutangkis ganda campuran di Riocentro, Rabu (17/8/2016). Satu angka lagi, Indonesia bisa memastikan medali emas pertama di Olimpiade kali ini.

Permainan cepat coba diladeni ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Namun, pada pengembalian pukulan kelima, sambaran Goh Liu Ying gagal menyeberangi net.

Advertisement

Sontok, kegagalan tersebut disambut gembira Tontowi/Liliyana. Mereka terjatuh, diiringi luapan kegembiraan setelah menang 21-14 dan 21-12. Tak hanya mereka, seluruh pendukung yang ada di arena maupun menonton dari layar televisi, bisa merasakan momen luar biasa itu.

Liliyana langsung menghampiri pelatih Richard Mainaky. Bagi Liliyana, keberhasilan ini sekaligus mengobati luka saat kalah di final Olimpiade Beijing 2008. Ketika itu, pebulutangkis berusia 30 tahun tersebut berpasangan dengan Nova Widianto.

Tontowi yang selama permainan tampil garang dengan pukulan-pukulan cepat, mengikuti langkah kaki Liliyana. Bersama Richard, ketiganya meluapkan rasa puas bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

Tak lupa, Tontowi/Liliyana kemudian bergerak menuju barisan pendukung Indonesia. Mereka tentu sadar, dukungan dari para suporter sangat berharga dalam perjalanan keduanya mengharumkan nama Indonesia.

Sekitar 15 menit berselang, Tontowi/Liliyana berdiri paling tinggi ketimbang pasangan Malaysia dan ganda nomor satu dunia asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Riocentro Pavilion 4. Lagu yang terakhir kali terdengar saat Markis Kido/Hendra Setiawan merebut emas di sektor ganda putra Olimpiade Beijing 2008.

Yang lebih indah, pencapaian Tontowi/Liliyana ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Momen indah tersebut terjadi hanya lima menit sebelum pergantian hari.

Tak ayal, Tontowi/Liliyana bersikap hormat saat lagu Indonesia Raya didengarkan. Mereka bangga, bisa membawa nama Indonesia tepat pada hari spesial Tanah Air ini.

"Ini kado untuk masyarakat Indonesia. Terima kasih untuk keluarga, anak dan istri, serta orangtua, pelatih, dan semuanya. Ini merupakan kado terindah, tepat saat Hari Kemerdekaan Indonesia," kata Tontowi seusai pertandingan.

Tontowi yang lebih muda satu tahun ketimbang Liliyana hampir saja menangis. Matanya berkaca-kaca dan diikuti suara lirih saat Indonesia Raya berkumandang. Liliyana lebih tegar. Dia ikut menyanyikan lagu kebangsaan itu dengan penuh hikmat.

"Pengorbanan selama ini tidak sia-sia. Saya mau menikmati kemenangan ini. Selama Olimpiade, beban terasa berat. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi Indonesia," ucap Liliyana yang biasa disapa Butet itu.

Tontowi/Liliyana dan seluruh rakyat Indonesia pantas bersuka cita. Kemenangan ini memang terasa begitu indah. Indonesia pun merebut emas tepat pada Hari Kemerdekaannya.

Selamat, Tontowi/Liliyana!