Bintang Borneo FC Prihatin Persinga Dicoret dari ISC B

oleh Gatot Susetyo diperbarui 18 Agu 2016, 21:45 WIB
Pemain sayap Pusamania Borneo FC, Jefri Kurniawan prihatin dengan situasi yang dialami mantan klubnya, Persinga Ngawi. (Bola.com/Robby Firly)

Bola.com, Samarinda - Kasus penganiayaan terhadap perangkat pertandingan yang dilakukan pemain Persinga Ngawi berbuntut diskualifikasi klub tersebut dari persaingan Grup 5 Indonesia Soccer Championship B membuat prihatin, Jefri Kurniawan. Penyerang sayap Pusamania Borneo FC ini juga sempat menghubungi mantan rekan-rekan setimnya itu.

Maklum, pemain asal Lawang, Kabupaten Malang ini sempat membela Persinga hingga merebut gelar runner-up di Piala Kemerdekaan 2015. Ia juga menyabet gelar pribadi sebagai Pemain Terbaik di pentas tersebut.

"Saya kaget ketika mendengar berita teman-teman Persinga terlibat kerusuhan saat melawan PSS di Sleman. Setelah itu saya selalu mengikuti perkembangan informasinya. Saya tambah prihatin setelah Persinga positif didiskualifikasi dari ISC B," tutur Jefri Kurniawan.

Advertisement

Bagi Jefri Kurniawan, klub Laskar Ketonggo berperan besar atas kariernya saat ini. Seusai berkibar dengan Slamet Hariyadi dkk. tawaran main di level tertinggi pun berdatangan. Dia sempat memperkuat Persela Lamongan di turnamen Piala Jenderal Sudirman. 

Namun, Jefri tak lama bermain di Persela karena ia kemudian digaet Pusamania Borneo FC di ajang Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo. 

"Tuhan memberi rejeki saat saya di Persinga. Dari gelar Pemain Terbaik lalu, saya dapat hadiah berupa uang. Hadiah itu saya pakai uang muka rumah dan memberangkatkan kedua orangtua ibadah umroh. Makanya, Persinga punya arti besar bagi hidup saya," ungkap Jefri Kurniawan.

Jefri Kurniawan pun merasa sedih dengan musibah yang dialami bekas rekan setimnya dan klub yang telah berjasa padanya. "Kekeluargaan di tim Persinga sangat kuat, padahal ini klub baru promosi di Divisi Utama. Dari pandangan saya pribadi, teman-teman sebagai korban akibat dari rentetan sebab yang terjadi dalam pertandingan melawan PSS. Mereka korban dari orang-orang kurang amanah di sepak bola kita," ia menuturkan.