Prediksi Perseru Vs Madura United: Sape Kerrab Jaga Stabilitas

oleh Zaidan NazarulGatot Susetyo diperbarui 20 Agu 2016, 06:00 WIB
Perseru Serui Vs Madura United (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Serui - Tekad kuat diapungkan Perseru Serui saat menjamu Madura United pada pekan ke-17 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Marora, Kepulauan Yapen, Sabtu (20/8/2016). Anak asuh Hanafi berambisi  menutup jatah kandang terakhir putaran dengan kemenangan. 

Advertisement

Meskipun tim yang bakal dihadapi adalah pimpinan klasemen sementara TSC 2016 yang terus menanjak grafik permainannya, Hanafi mengaku tak keder sedikit pun. "Anak-anak sudah punya pengalaman menghadapi tim-tim kuat di kandang sendiri. Persib pernah kita kalahkan. Padahal, materi pemain mereka bagus-bagus. Berikutnya, giliran Madura United yang kami jinakkan di sini," ucap Hanafi.

Pelatih asal Malang, Jawa Timur itu menyebut hasil impresif dari beberapa pertandingan terakhir yang selalu meraup poin membuat motivasi Arthur Barios Bonai dkk. melambung. 

"Sebagai tim kecil raihan hasil bagus itu bisa mendongkrak semangat anak-anak. Kini mereka merasa yakin mampu menghadapi tim mana pun di TSC 2016 ini. Mental ini harus terus dipertahankan hingga masuk putaran kedua nanti," tutur Hanafi.

Tekad ingin memberi kemenangan terakhir putaran pertama kepada publik Serui tak bisa ditawar lagi. Hanafi pun telah mempelajari cara bermain tim asuhan Gomes de Oliveira dari lini per lini. 

"Anak-anak telah bertekad tak mau kecolongan satu poin pun dari Madura United. Mereka malah bangga bila mampu menahan laju Madura United untuk jadi penguasa di paruh musim TSC 2016 ini. Saya siapkan strategi baru menghadapi mereka," ujar Hanafi. 

Mantan juru racik Persiram Raja Ampat ini ingin merusak kolektivitas Sappe Kerrab yang selama ini jadi andalan Bayu Gatra dkk. 

"Anak-anak harus bisa lepas dari sergapan pemain Madura United. Saya yakin skill individu pemain Perseru bisa merusak skema permainan lawan. Saya juga tetap memberi kebebasan kepada pemain berkreasi di lapangan. Saya mau mereka main cantik, menghibur, dan menang," kata Hanafi.

2 dari 2 halaman

Adaptasi Tanah Papua

Bayu Gatra, Madura United tak ingin posisi puncak klasemen TSC 2016 dikudeta Arema Cronus. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Di sisi lain, Madura United menunjukkan keseriusannya dalam memburu pundi-pundi poin di Tanah Papua. Demi meraih angka penuh saat melawat ke markas Perseru Serui, Sabtu (20/8/2016) tim besutan Gomes de Oliveira itu sudah berada di Papua sejak Selasa (16/8/2016) lalu.

Selain demi mengadaptasi perbedaan waktu antara Madura dengan Papua, mereka juga ingin menangkap atmoesfer laga sebelum bentrok dengan tuan rumah. Bagi sang pelatih Gomes de Oliveira hal ini sangat penting karena ia beranggapan, adaptasi yang baik dengan situasi dan kondisi di markas lawan sangat membantu timnya meraih hasil positif di pertandingan ini.

Gomes sendiri pantas optimistis, pasalnya ia melihat anak buahnya berhasil menyesuaikan diri dengan baik dengan perbedaan di Papua. Apalagi selain Erick Weeks Lewis yang dibekap cedera hamstring, hampir seluruh pemain pilarnya bisa tampil.

“Saya senang dengan inisiatif manajemen yang memberangkatkan tim lebih awal. Terlebih semua berjalan baik selama di sini. Para pemain juga menunjukkan semangat luar biasa. Semoga ini pertanda bagus bagi kami,” tutur Gomes.

Madura United memang tak mau terpeleset di pertandingan ini. Sebab gagal meraih tiga poin di laga ini, mereka bisa kehilangan posisi puncak yang mereka tempati saat ini. Sebab Arema Cronus mengincar posisi mereka dengan hanya selisih dua poin di bawah tim berjulukan Laskar Sape Kerrab itu.

Bagi kubu Bayu Gatra dkk., kemenangan atas Perseru Serui sangat berarti. Sebab capaian maksimal di laga ini akan mereka jadikan modal untuk menghadapi pertandingan selanjutnya lawan Barito Putera di pekan ke-17 TSC 2016. Sukses mereka di dua laga ini akan melanggengkan posisi di puncak klasemen.