Diimbangi PSIM, Timnas U-19 Petik Pelajaran Penting

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 26 Agu 2016, 20:15 WIB
Timnas Indonesia U-19 beruji coba kontra PSIM, Jumat (26/8/2016). Laga ini berakhir dengan skor 2-2. (Bola.com/Romi Syahputra)

Bola.com, Yogyakarta - Timnas Indonesia U-19 gagal memetik kemenangan kala beruji coba melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (26/8/2016). Tertinggal dua gol lebih dulu di babak pertama, skuat asuhan Eduard Tjong menyamakan skot lewat Muhammad Rafli dan Muhammad Alwi Slamat, tiga menit jelang laga bubar.

Hasil imbang itu jadi kali pertama dipetik Timnas U-19 dari enam laga uji coba yang sudah dilalui. Meski tak bisa menang, Eduard Tjong mengaku puas dengan jalannya pertandingan. Keinginannya agar Timnas U-19 mendapat tekanan dari lawan terpenuhi.

Bahkan tidak jarang para pemain berduel dengan personel PSIM. Striker Muhammad Dimas Drajad sempat terpancing emosi dan mendapat kartu kuning seusai bersitegang dengan kapten PSIM, Sunni Hisbullah.

"Anak-anak benar-benar di uji pada pertandingan ini. Banyak benturan dan tekanan itu bagus untuk pemain, ini sebagai shock therapy juga," ungkap Edu usai pertandingan.

Advertisement

 

Timnas Garuda yang disiapkan untuk Piala AFF U-19 2016 mendapat ujian berat di laga itu. Bahkan kiper Awan Setho Rahardjo harus berjibaku mengamankan gawang dari kebobolan lebih banyak. Penjaga gawang Persip Pekalongan itu mampu menggagalkan tendangan penalti M. Juni Riadi, menit ke-21 meski setelah itu dibobol dua gol.

Setelah istirahat, permainan Andi Setyo Nugroho cs membaik. Tenaga baru pun dimasukkan seperti Alwi Slamat, Pandi Lestaluhu, dan Ibrahim Sanjaya menggantikan Dimas Drajat, Sandi Pratama, dan Habibi. Empat menit babak kedua berjalan, M. Rafli memperkecil lewat sundulan, meneruskan sepak pojok Alwi.

Di pengujung laga, Alwi menjadi pahlawan timnya. Menit ke-87, gol sepakan pemain Semen Padang itu merobek jala PSIM yang dikawal Tito Rama. Skor 2-2 hingga wasit Ikhsan Prasetya menutup laga.

"Babak pertama mereka main tidak lepas, terlalu percaya diri. Ini selalu berulang di setiap pertandingan. Ini yang harus kami cari tahu. Anak-anak baru bisa bangkit di babak kedua," ujar Eduard. 

 

Berita Terkait