4 Modal Marquez untuk Jadi Juara Dunia MotoGP 2016

oleh Andhika Putra diperbarui 24 Sep 2016, 07:50 WIB
Pebalap Honda, Marc Marquez, tak mau terlalu ngotot mengejar Dani Pedrosa pada balapan MotoGP San Marino, Minggu (11/9/2016). (Tim Keeton)

Bola.com, Jakarta - Ajang MotoGP 2016 hanya tinggal menyisakan lima seri. Akhir pekan ini dipastikan akan tersaji duel panas antara dua pebalap teratas Marc Marquez  dan Valentino Rossi di MotoGP Aragon, Minggu (25/9/2016).

Marquez yang kini menjadi pemuncak klasemen sementara MotoGP 2016 unggul atas Rossi yang membuntuti di posisi kedua dengan selisih 43 poin. The Doctor harus tancap gas di lima seri terakhir demi memangkas jarak dengan Marquez, untuk melancarkan niatnya menjadi juara dunia MotoGP 2016.

Advertisement

Meski berada dalam kejaran Rossi, Marquez tak harus panik menghadapi hal ini. Pasalnya pebalap 23 tahun itu memiliki modal kuat untuk menjadi juara dunia MotoGP tanpa perlu meladeni perlawanan Rossi di lintasan balap.

Berikut 4 hal yang bisa menjadikan The Baby Alien merengkuh titel juara dunia MotoGP ketiganya:

2 dari 5 halaman

1. Selisih Poin yang Banyak

Pebalap MotoGP dari tim Yamaha Movistar, Valentino Rossi, bersiap mengikuti sesi latihan bebas kedua pada GP Austria di Spielberg, Austria, Jumat (12/8/2016). (AFP/Michal Cizek)

1. Margin poin yang tak akan bisa dilewati Rossi

Secara hitung-hitungan, Rossi sulit melampaui raihan poin Marquez di papan klasemen, meski pebalap asal Italia itu terus finis di posisi pertama hingga akhir musim. Asal tak terlempar dari posisi runner-up atau gagal meraih poin, Marquez bisa meraih titel juara dunia tanpa perlu mengalahkan Rossi dalam lima lomba tersisa.

Total poin Rossi di akhir musim jika terus finis di urutan pertama hanya berjumlah 305. Hasil itu masih kalah jauh dari Marquez yang akan mendapat 323 poin jika selalu finis di posisi kedua hingga musim berakhir.

3 dari 5 halaman

2. Konsistensi

Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi (kiri), membayangi pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, dalam balapan MotoGP Argentina di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Senin (4/4/2016) dini hari WIB. (AFP/Juan Mabromata)

2. Konsistensi Marquez di setiap seri

Marquez memang tak selalu menjadi juara di ajang MotoGP musim ini. Tercatat dia hanya tiga kali naik podium tertinggi, yaitu di Argentina, Amerika Serikat, dan Jerman. Namun pebalap Spanyol itu konsisten meraih angka pada tiap seri dan tak pernah sekalipun gagal finis.

Hasil terburuk yang pernah diraih Marquez di musim ini hanya terjadi pada MotoGP Prancis. The Baby Alien finis di posisi ke-13 saat itu. Akan tetapi di seri lainnya, dia tak pernah sekalipun terlempar dari lima besar saat mengakhiri balapan.

Pada empat seri terakhir Marquez memang selalu finis di belakang Rossi. Namun pebalap berusia 23 tahun itu tak pernah ketinggalan jauh dari Rossi sehingga selisih poin keduanya tak terlalu banyak terpangkas.

4 dari 5 halaman

3. Seri di Spanyol

Marc Marquez (AP Photo/Rui Vieira)

3. Masih ada dua seri MotoGP Spanyol

Marquez masih memiliki modal sebagai tuan rumah di dua seri MotoGP. Dukungan publik Spanyol tentu akan sangat berpengaruh kepada Marquez untuk menjalani balapan.

Seri terdekat adalah MotoGP Aragon yang akan berlangsung akhir pekan ini tentunya menjadi modal penting untuk Marquez. Catatan Marquez di Sirkuit Aragon juga cukup baik, di mana dia pernah dua kali naik podium tertinggi saat masih di berlomba Moto2 2011 dan di MotoGP 2013.

MotoGP Aragon juga menjadi modal bagus untuk Marquez karena sirkuit ini merupakan salah satu dari tiga seri MotoGP yang belum pernah dimenangkan oleh Valentino Rossi. Prestasi terbaik Rossi di Aragon hanya finis di peringkat ketiga.

MotoGP Valencia yang menjadi seri pamungkas musim 2016 ini juga akan menjadi modal bagus untuk Marquez merengkuh titel juara dunia. Apalagi Rossi sudah tak pernah naik podium tertinggi di Valencia sejak 2004.

5 dari 5 halaman

4. Jorge Lorenzo

Pebalap Honda, Marc Marquez, ikut mengomentari rumor kepindahan Jorge Lorenzo dari tim Movistar Yamaha ke Ducati.

4. Faktor Jorge Lorenzo

Sebagai sesama rider asal Spanyol, Lorenzo akan menjadi pebalap yang mendukung Marquez untuk menjadi juara dunia MotoGP musim ini. Meski sama-sama berada di tim Yamaha, tapi X-Fuera tak akan membantu Rossi menjadi juara dunia mengingat hubungan keduanya yang tengah memanas.

Selain itu Lorenzo juga wajib membalas budi Marquez yang telah membantunya menjadi juara dunia musim lalu. Seperti diketahui, The Baby Alien pada musim lalu sempat memprovokasi Rossi yang berujung insiden tendangan ke arah motornya.

Insiden yang terjadi pada MotoGP Sepang musim lalu itu membuat Rossi mendapat hukuman harus start dari posisi buncit pada seri Valencia. Hal itu memudahkan Lorenzo yang berada di posisi terdepan dan menyelesaikan balapan dengan mulus.

Lorenzo tentu adalah modal bagus untuk Marquez. Apalagi Lorenzo memang sudah sulit untuk menjadi juara dunia. Kemampuan Lorenzo di lintasan balap pastinya akan membuat Rossi kesulitan untuk meraih podium pertama di lima seri terakhir.