PON 2016: Gagal ke Final, Ihsan Maulana Salahkan Diri Sendiri

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 27 Sep 2016, 19:50 WIB
Ekspresi tunggal putra Jateng, Ihsan Maulana Mustofa, saat bertanding melawan pemain Jatim, Wisnu Yuli Prasetyo, pada semifinal PON Jabar 2016 di GOR BIma, Cirebon, Selasa (27/9/2016). (Bola.com/Reza Bachtiar)

Bola.com, Cirebon - Kejutan terjadi di semifinal tunggal putra perseorangan PON Jabar 2016 di GOR Bima, Cirebon, Selasa (27/9/2106). Unggulan kedua asal Jawa Tengah, Ihsan Maulana Mustofa, gagal melenggang ke final setelah takluk dari pemain Jawa Timur, Wisnu Yuli Prasetyo, dengan skor 20-22, 21-9, dan 17-21. 

Ihsan sebenarnya lebih difavoritkan bakal melenggang ke final. Selain menempati unggulan lebih atas, dia juga lebih berpengalaman dibanding Wisnu Yuli yang menempati unggulan keempat.

Advertisement

Namun, pada pertandingan ini Ihsan jauh dari penampilan terbaik. Dia sering tampil terburu-buru, kurang fokus, dan terpancing emosinya.  Alhasil, situasi tersebut dimanfaatkan oleh Wisnu Yuli untuk mendulang poin demi poin. Dia juga memanfaatkan kelonggaran pertahanan Ihsan akibat main buru-buru dan kurang tenang. 

"Hari ini saya kalah memang karena kesalahan sendiri. Saya merasa main kurang enjoy, badan juga tegang dan kaku. Pokoknya permainan saya tak seperti kemarin-kemarin. Saya sama sekali tak puas dengan hasil laga ini," ujar Ihsan kepada wartawan seusai pertandingan.

Pemain yang pernah mengalahkan Lin Dan di Indonesia Open Super Series Premier 2016 tersebut membeberkan faktor emosi membuat permainannya menjadi buruk. Dia juga terpancing dengan taktik Wisnu Yuli yang mengulur-ulur waktu.

Bukannya menanggapi dengan tenang, Ihsan Maulana Mustofa malah terpancing emosinya. Bahkan dia sempat membanting raket pada gim ketiga saat tertinggal jauh dari sang lawan. Selain itu, Ihsan mengakui bermain kurang agresif sehingga lawan bisa mengembangkan permainan.

"Tadi dia bermain sering berhenti, saya jadi terpancing emosi. Biasanya kalau ketinggalan saya masih bisa tenang dan senyum. Tapi, ini tadi sama sekali tidak bisa tersenyum," beber pria jebolan klub PB Djarum Kudus tersebut.

Ihsan mengatakan ada satu momen yang sangat disesalinya. Saat sudah unggul 20-17 pada gim pertama, dia gagal menuntaskan dengan kemenangan. Ihsan malah lengah dan akhirnya kalah 20-22. Ihsan menyatakan jika gim tersebut berhasil dimenangi hasil pertandingan pasti berbeda.

"Saya terlalu bernafsu hari ini. Padahal sudah 20-17, kok tidak bisa menang, Hari ini saya memang tidak bagus. Sebelum bertanding juga tidak sempat memikirkan strategi, padahal itu tak pernah terjadi sebelumnya," kata Ihsan. 

Dengan kegagalan Ihsan, partai final tunggal putra perorangan bakal mempertemukan pemain DKI Jakarta, Jonatan Christie, dan Wisnu Yuli Prasetyo. Jonatan lolos ke final setelah mengalahkan sesama pemain pelatnas asal Jabar, Anthony Sinisuka Ginting 21-19, 21-18.