Jordan King, Pesaing Baru Rio Haryanto untuk Kursi F1 2017

oleh Oka Akhsan diperbarui 19 Okt 2016, 11:30 WIB
Pebalap GP2 Series dan development driver Manor Racing, Jordan King, menjadi pesaing baru pebalap Indonesia, Rio Haryanto, untuk mendapatkan kursi di tim F1 pada 2017. (Manor Racing)

Bola.com, Banbury - Pebalap cadangan Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, punya pesaing baru untuk mendapatkan kursi F1 2017. Rival tersebut adalah development driver Manor Racing, Jordan King.

Sama seperti Rio, King juga ingin membalap di F1 pada musim depan. Pada tahun ini, pebalap asal Inggris itu berkiprah di ajang GP2 Series. King menempati posisi kelima klasemen sementara setelah meraih dua kemenangan dan lima kali naik podium.

Advertisement

"Untuk tahun depan, saya membidik tim F1. Saya memang bisa menunggu sampai 2018, tapi apapun bisa terjadi pada 2017," kata King seperti dikutip dari F1 Today, Selasa (18/10/2016).

Pada pergelaran F1 GP AS di Austin akhir pekan ini, King mendapat kesempatan menjalani debut pada sesi latihan bebas dengan mengendarai jet darat Manor. King berharap bisa memperlihatkan performa bagus untuk menarik minat tim-tim F1.

"Saya akan tampil semaksimal mungkin pada akhir pekan nanti," ujar King.

Menurut situs Paddocktalk, King punya peluang jadi pebalap utama Manor pada F1 2017. Ada dua alasan yang membuat pebalap berusia 22 tahun itu berkesempatan masuk Manor.

Pertama, slot pebalap Manor untuk F1 2017 masih belum terisi. Kontrak dua pebalap reguler Manor saat ini, Pascal Wehrlein dan Esteban Ocon, akan habis pada akhir musim 2016. Meski Manor sudah mengatakan ingin mempertahankan Wehrlein dan Ocon pada 2017, keduanya kini sedang gencar dikaitkan dengan tim lain.

Wehrlein mengaku sudah memulai pembicaraan dengan Force India untuk menggantikan Nico Hulkenberg yang pindah ke Renault. Sementara itu, Ocon disebut-sebut masuk bursa calon rekan setim Hulkenberg.

Alasan kedua adalah faktor sang ayah. Jordan merupakan putra Chairman Manor Racing, Justin King, yang punya pengaruh kuat di tim yang bermarkas di Banbury, Inggris, tersebut.

Artinya, kalau sama-sama membidik Manor, King punya keuntungan lebih ketimbang Rio.

Namun, King juga punya kekurangan. Dia belum memiliki FIA Super Licence sebagai syarat utama untuk membalap di F1. Untuk mendapatkannya, King harus mengakhiri musim di posisi kedua alias menjadi runner-up GP2 Series 2016.

Meski demikian, Manor bukan satu-satunya tim yang kursinya masih kosong pada F1 2017. Tercatat masih ada 11 slot kosong di tujuh tim yang bisa diisi oleh Rio Haryanto, yaitu Manor (2 kursi), Sauber (2), Haas (2), Williams (2), Renault (1), Toro Rosso (1), dan Force India (1).

Berita Terkait