Alasan Conte Nyaman dengan Pola 3-4-3

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 31 Okt 2016, 11:13 WIB
Kegembiraan para pemain Chelsea usai Diego Costa (depan) mencetak gol ke gawang Southampton, pada laga lanjutan Premier League 2016-2017, di St Mary's Stadium, Minggu (30/10/2016). Chelsea nyaman dengan formasi 3-4-3. (Reuters/Toby Melville)

Bola.com, London -- Chelsea meraih kemenangan 2-0 atas Southampton pada laga pekan ke-10 Premier League 2016-2017, Minggu (30/10/2016). Kemenangan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi The Blues. Catatan khusus, Chelsea menggunakan skema 3-4-3 pada setiap hasil maksimal tersebut.

Sejak menukangi Chelsea pada awal musim 2016-2017, Conte menggunakan skema yang di luar kebiasaan, yakni 4-1-4-1. Namun, belakangan pria asal Italia sadar skema tersebut tak cocok.

Advertisement

Kesadaran Conte dimulai ketika klub asal London Barat meraih masa-masa sulit, yakni ditahan imbang 2-2 oleh Swansea City (11/9/2016), takluk 1-2 dari Liverpool (16/9/2016), dan 0-4 dari Arsenal (24/9/2016).

Raihan tiga hasil minor itu membuat Conte mengubah skema. Conte menggunakan formasi 3-4-3. Skema tersebut sebenarnya mirip dengan 3-5-2 yang jadi andalannya selama menukangi Juventus dan tim nasional Italia.

Formasi anyar tersebut menuai hasil positif. Chelsea menjadi satu di antara tim di Premier League yang memiliki lini pertahanan tangguh. Gawang Thibaut Courtois belum kebobolan usai Chelsea menang dengan skor 2-0 melawan Hull City, menang atas Leicester City (3-0), dan mempermalukan Manchester United (4-0).

Sebaliknya, dengan skema 3-4-3, yang tergolong langka di sepak bola Inggris, justru memberi perspektif beda. Chelsea tampil menghibur dengan mencetak 11 gol pada empat laga terakhir.

"Bukan soal menang atau kalah yang dapat mengubah ide saya atau kepercayaan pemain. Saya rasa 3-4-3 adalah formasi yang tepat untuk para pemain, karena taktik ini cocok untuk tim," ungkap Conte, seperti dirilis Sky Sports.

2 dari 2 halaman

Lebih Cepat

Conte mengakui, pola tersebut membuat tim lebih cepat menemukan keseimbangan. Selain itu, fleksibilitas juga tinggi, karena bisa tampil luwes, tergantung pada jenis lawan.

"Kami menemukan keseimbangan yang bagus, juga sisi ofensif yang baik dan dibuktikan dengan mencetak gol di setiap laga. Kami harus terus bekerja dengan keras untuk meningkatkan performa sekarang," kata Conte.

Berkaca pada laga-laga tersebut, Conte diyakini sudah menemukan formasi terbaiknya. Hal itu dibuktikan dengan penggunaan starter pemain yang sama dalam empat laga itu.

Pada lini belakang, Conte menaruh kepercayaan pada Gary Cahill, Cesar Azpilicueta, dan David Luiz. Area tengah diisi Marcos Alonso, N'Golo Kante, Nemanja Matic, dan Victor Moses. Sementara Eden Hazard, Diego Costa dan pedro Rodriguez menempati tiga pos depan.

Peluang Conte untuk lebih mengembangkan pola 3-4-3 tergolong besar musim ini. Kans itu datang seelah Chelsesa tak bermain di kawasan liga Eropa pada 2016-2017. Artinya, The Blues hanya berkonsentrasi di liga domestik.

Saat ini, Chelsea menghuni posisi keempat dengan nilai 21 poin. The Londoners hanya berjarak satu poin dari Manchester City yang berstatus pemuncak klasemen sementara Premiership.

Sumber: Berbagai Sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini

Berita Terkait