Profil Tim Piala AFF 2016: Singapura Hadapi Masa Sulit

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 03 Nov 2016, 09:45 WIB
Timnas Singapura proyeksi Piala AFF 2016.

Bola.com, Jakarta - Timnas Singapura adalah salah satu pemegang gelar terbanyak Piala AFF, selain Thailand. The Lions meraih juara pada Piala AFF 1998 (Piala Tiger) di Vietnam,  Piala AFF 2004 di Indonesia, lalu saat menjadi tuan rumah bersama Thailand pada Piala AFF 2007, dan Piala AFF 2012.

Menariknya, dalam perjalanan mereka di Piala AFF, Singapura punya catatan unik. Setelah menjadi juara pada 1998, mereka tidak lolos ke semifinal pada Piala AFF 2000 dan 2002. Tetapi, pada dua edisi berikutnya mereka meraih gelar juara beruntun pada AFF 2004 dan 2007.

Fakta menarik lagi, dalam sepak terjang di Piala AFF, Singapura tak pernah menjadi runner-up. Setiap mereka lolos ke final, selalu juara. Fakta itu berbanding terbalik dengan Indonesia yang dilabeli tim spesialis runner-up dengan empat titel. 

Advertisement

Timnas Singapura tahun ini memiliki banyak perbedaan dibanding lima edisi Piala AFF sebelumnya. Sejak Piala AFF 2004, Singapura sudah diperkuat pemain naturalisasi. Para pemain naturalisasi itu di antaranya Agu Casmir, Emuejeraye Precious (Nigeria), John Wilkinson, Daniel Mark Bennett (Inggris), Aleksander Duric, Mustafic Fahrudin (Serbia), dan Shi Jiayi (China). 

Pada Piala AFF 2007, Singapura menurunkan lima 'pemain asing', yakni Shi Jiayi, Mustafic Fahrudin, Daniel Bennett, Precious Emuejeraye, dan Itimi Dickson. Dengan pasokan pemain impor ini, Singapura berhasil merebut gelar juara Piala AFF 2007. 

Tahun 2012 saat meraih juara, Singapura masih memainkan beberapa pemain naturalisasi, yakni Shi Jiayi, Mustafic Fahrudin, Daniel Bennett, Qiu Li, dan Aleksandar Duric. Menjelang Piala AFF 2016, daftar pemain naturalisasi menyusut. Dalam daftar pemain Timnas Singapura terkini, tinggal nama Daniel Bennett dan Fachrudin Mustafiq.

Hal itu menjadi tantangan bagi Singapura mengingat pada edisi 2014 kiprah mereka di AFF hanya sampai babak penyisihan grup. Pada Piala AFF 2014, jumlah pemain naturalisasi Singapura juga berkurang. 

Timnas Singapura yang ditangani Varadaraju Sundramoorthy yang baru menjabat pada akhir Mei 2016 mengandalkan mayoritas skuat lokal dan sebagian besar sudah memiliki lebih dari 20 caps.

Dari 23 pemain sementara, rataan usia pemain Timnas Singapura 24-27 tahun. Ada dua pemain yang tergolong muda dalam skuat The Lions, yakni putra eks pelatih Pelita Jaya, Fandi Ahmad, striker Home United Irfan Fandi (19 tahun) dan gelandang Hougang United, Anumanthan Kumar (22 tahun).

Terbaru, Singapura memanggil pemain senior Shahdan Sulaiman dan pemain berusia 24 tahun, Shahfiq Ghani, untuk menghadapi Kamboja dan Suriah pada laga uji coba, 9 dan 13 November 2016. Sebelum itu, mereka akan menjalani pemusatan latihan di Doha, Qatar, mulai 5-10 November 2016.

Piala AFF 2016 akan jadi ajang pembuktian bagi Timnas Singapura, yang oleh media massa setempat disebut sedang memasuki masa transisi dan sulit. Hasil minor yang diraih dalam uji coba (belum pernah menang sepanjang uji coba tahun 2016), membuat peringkat Singapura di FIFA menurun drastis, dari 155 menjadi 171 per 20 Oktober 2016. Ranking itu jadi yang terburuk sepanjang sejarah sepak bola Singapura.

Timnas Singapura akan menghadapi tuan rumah Filipina pada laga pertama babak penyisihan Grup B Piala AFF 2016, 19 November di Philippine Sport Stadium, Bocaue, Bulacan. 

Data tim:

Tim : Singapura
Julukan : The Lions
Pelatih: Varadaraju Sundramoorthy
Kapten: Shahril Ishak
Most caps: Shahril Ishak (132 pertandingan)
Top scorer: Fandi Ahmad (55 gol)
Prestasi: Juara Piala AFF 1998, 2004, 2007, 2012

Daftar skuat sementara:

Kiper: Izwan Mahbud (Tampines Rovers), Hassan Sunny (Army United-Thailans), Syazwan Buhari (Geylang), Zaiful Nizam (Balesitier Khalsa)

Belakang: Shakir Hamzah, Afiq Yunos (Tampines Rovers), Baihakki Khaizan (JDT II), Madhu Mohana (Warriors), Hafiz Abu Sujad (Tampines Rovers), Faritz Abdul Hameed (Geylang), Juma'at Jantan (Home United), Mustafic Fahrudin (Tampines Rovers), Daniel Bennett (Geylang), Abdil Qaiyyim Mutalib (Home United).

Tengah: Yasir Hanapi (Tampines Rovers), Gabriel Quak (Geylang), Faris Ramli (Home United), Shawal Anuar (Geylang), Hariss Harun (JDT), Shahril Ishak (JDT II), Izzdin Shafiq (Tampines Rovers), Safuwan Baharudin (PDRM FA), Anumanthan Kumar (Hougang United), Shahdan Sulaiman (Tampines Rovers), Zulfahmi Arifin (Home United).

Depan: Sahil Suhaimi (Geylang), Khairul Amri (Garena Young Lions), Iqbal Hussain (Hougang United), Irfan Fandi (Home United), Shahfiq Ghani (Geylang).

 

2 dari 3 halaman

Pelatih

Varadaraju Sundramoorthy, pelatih Timnas Singapura. (FAS)

Asosiasi Sepakbola Singapura (FAS) mengumumkan penunjukan mantan pemain Timnas Singapura era 1980-1990-an, Varadaraju Sundramoorthy sebagai pelatih Timnas Singapura pada akhir Mei 2016. Sebelumnya, pada 2013 dia menjadi caretaker menggantikan Radjoko Avramovic.

Varadaraju Sundramoorthy, pria berusia 51 tahun yang pernah bermain di Eropa bersama FC Basel, jadi pelatih lokal kedua yang menangani Timnas Singapura pada ajang Piala AFF, setelah Vincent Subramaniam pada 1998-2000. Sundram, mantan pemain Timnas Singapura telah menjadi pelatih kepala Tampines Rovers sejak 2014-2016.

Sebelum menjadi caretaker tim senior, Sundram menangani LionXII yang tampil di Malaysia Super League. Sundram membawa Lions XII finis di posisi kedua MSL 2012 dan lolos ke semifinal Malaysia Cup. Sundram lalu menangani Timnas U-23 Singapura pada SEA Games 2013. 

Setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas senior, Varadaraju Sundramoorthy menyusun kabinet dan memasukkan beberapa nama penting, seperti Fandi Ahmad, yang sebelumnya menjadi asisten Bernd Stage, pelatih asal Jerman yang menangani Timnas Singapura sejak 2013, sebelum digantikan Sundram.

Selain Fandi Ahmad, Sundram dibantu dua tenaga asing, yakni Frederic de Boever (pelatih kiper) dan Balder Breckmans (pelatih fisik). Sundram hanya dibebani target menembus babak semifinal Piala AFF 2016.

Di bawah arahan Sundram, Singapura memang belum terlihat tajam. Hal itu terlihat dari hasil uji coba internasional maupun Kualifikasi Piala Dunia 2018. Dari lima laga uji coba terakhir, Singapura belum meraih kemenangan.

Mereka kalah dari Albirex Niigata (0-3), Kamboja (1-2), Bahrain (1-3), lalu ditahan Malaysia 0-0, dan kalah 0-2 saat bertandang ke markas Hong Kong. Namun, sebagai catatan, uji coba Singapura sebagian besar partai tandang. Singapura baru menjalani satu uji coba kandang melawan Malaysia yang berakhir 0-0.

3 dari 3 halaman

Bintang

Hariss Harun (merah), wakil kapten timnas Singapura, yang sudah gabung timnas senior sejak usia 16 tahun. (AFP/Tang Chhin Sothy)

Meski masih mengandalkan pemain senior seperti Khairul Amri, Shahril Ishak, Daniel Bennett, Mustafic Fahrudin, dan Baihakki Khaizan, Timnas Singapura juga dihuni pemain muda dan mayoritas pemain yang tengah dalam usia emas.

Salah satu pemain bintang yang tengah dalam usia emas adalah Hariss Harun. Nama Hariss Harun cukup menonjol dalam skuat Timnas Singapura proyeksi Piala AFF 2016. Saat ini, Hariss harun 'disimpan' tenaganya saat The Lions menjalani pemusatan latihan di Doha, Qatar. Harun akan menjalani latihan ringan di Singapura.

Hariss Harun genap berusia 26 tahun tepat saat Piala AFF 2016 dimulai, yakni 19 November. Dia melejit saat menjadi bagian dari skuat dream team Johor Darul Ta'zim yang meraih gelar juara Malaysia Super League 2015 dan Piala AFC 2015.

Hariss Harun menjadi andalan bagi Timnas Singapura. Dia mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang menjalani debut di timnas senior dalam sejarah sepak bola Singapura. Hariss Harun menjalani debut pada usia 16 tahun. Dia diturunkan oleh pelatih Raddy Avramovic dalam laga uji coba melawan Korea Utara pada 27 Juni 2007.

Kelebihan Hariss Harun yang lain adalah dia pemain multiposisi. Dari sepak terjang di JDT maupun Lions XII, Hariss Harus yang menjadi deputi Shahril Ishak sebagai kapten tim, piawai memainkan posisi sebagai bek tengah dan gelandang bertahan. 

Di Piala AFF, jebolan Nantional Football Academy itu menjalani debut pada edisi 2012 dan langsung meraih juara. Singapura kampiun setelah mengalahkan Thailand dengan agregat 3-2.