Nasionalisme Biarawati Indonesia dan Kisah Sedih Simone Rota

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 23 Nov 2016, 15:00 WIB

Bola.com, Quezon City - Piala AFF 2016 yang digelar di Filipina menyimpan banyak cerita menarik. Termasuk dari salah seorang biarawati asal Indonesia, yang kini menetap di Filipina.

Cerita tersebut bermula saat Bola.com memasuki Philippine Sport Stadium, Bocaue, Bulacan, Selasa (22/11/2016) malam, ketika pertandingan Timnas Indonesia melawan Filipina memasuki jeda babak kedua. "Mbak, mbak, kamu dari Indonesia?" begitu kata biarawati dari Keuskupan Paranaque, Filipina, menyapa Bola.com.

Advertisement

Langsung saja Bola.com berbincang dengan wanita bernama Adelaide Soares Babo. Wanita berusia 46 tahun ini berasal dari Atambua, Nusa Tenggara Timur. Adelaide sangat antusias bertemu dengan warga Indonesia yang menonton laga Indonesia melawan Filipina.

"Setiap pertandingan Piala AFF 2016 saya bisa masuk karena sudah diberi free pass," kata Adelaide mengawali pembicaraan.

Adelaide dan satu biarawati yang lain mengawal anak-anak Filipina yang menjadi pendamping pemain tim yang berlaga di babak penyisihan Grup A Piala AFF 2016. Secara khusus, Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) memberikan dia akses masuk stadion. 

Tak hanya itu, Adelaide juga bisa memasuki area di luar ruang ganti pemain Filipina. "Di semua zona stadion ini saya bisa masuk, kecuali ruang ganti pemain. Kami berdoa bersama sebelum dan sesudah pertandingan," ucapnya.

Perbincangan kami dengan Adelaide akhirnya terhenti saat Timnas Indonesia kembali bermain pada babak kedua. Adelaide berteriak kencang layaknya suporter. Saking gemasnya, Adelaide kerap menarik baju salah satu anak Filipina yang berada di sebelahnya.

"Tidak, tidak.. jangan sampai kena gol," begitu dia berteriak saat pemain The Azkals menggempur pertahanan Indonesia.

"Saya sudah bilang ke orang PFF, walaupun saya diberi tiket masuk, hari ini saya berdoa untuk Indonesia," ucapnya.

Adelaide hanya hafal satu pemain di Timnas Indonesia. Siapa dia? Ferdinand Sinaga. "Mana Sinaga? Mainkah dia? Kalau bisa saya ingin berfoto dengannya," ucapnya.

Kisah Sedih Simone Rota

Kisah Sedih Simone Rota 

Setelah selesai berteriak mendukung Timnas Indonesia, Adelaide lalu menceritakan perjalanannya dari Atambua ke Filipina. Setelah menjadi biarawati di Atambua, pada tahun 2008 dia berangkat ke Filipina.

"Saya ingin membantu banyak orang dan saat ada tawaran ke Filipina, saya langsung berangkat. Belajar banyak di sini dan dapat pengalaman baru, bukan hanya soal rohani, tapi juga berinteraksi dengan kehidupan manusia," kata Adelaide.

Adelaide lalu bercerita tiga mantan pemain Timnas Filipina yang menjadi jemaat di Keuskupan Paraque. Mereka adalah bek Simone Rota dan Dennis Villanueva, yang memiliki keturunan Italia.

Ada kisah sedih dari Simone Rota yang tak masuk skuat Filipina di Piala AFF 2016 akibat cedera.

"Tahun 2008 saat saya datang di Filipina, saya bertemu Simone Rota. Dulu dia anak telantar karena kedua orang tua sudah meninggal dan dia berada di panti asuhan gereja kami lalu punya orang tua asuh. Saya sangat sedih dia cedera dan tidak bisa bermain untuk timnas," kata Adelaide.

"Rota saat bayi dirawat suster Flora Zippo, lalu mendapat orang tua asuh dari Italia, namanya Maurizio dan Marinela Rota," katanya.

"Simone Rota sekarang sudah sukses dan dia punya anak asuh di panti asuhan gereja kami. Anak-anak ini yang diminta The Azkals untuk jadi pendamping pemain tim di Piala AFF di Filipina," jelas Adelaide.

"Simone akan bikin film tentang kisah hidup dia, tunggu saja nanti saya beri kabar," ucapnya.

Namun, karena Simone Rota cedera, perhatian Adelaide kembali tertuju pada Ferdinand Sinaga. "Ahhh, menyesal sekali saya tak bisa foto dengannya, semoga sebelum timnas kembali ke Tanah Air saya bisa bertemu," kata Adelaide mengakhiri pembicaraan.

Berita Terkait