Mengintip Kekuatan Uang 5 Rival Rio Haryanto Menuju Sauber

oleh Oka Akhsan diperbarui 06 Des 2016, 12:00 WIB
Pebalap Indonesia, Rio Haryanto (kiri), berfoto dengan Vice President Corporate Communication PT. Pertamina, Wianda Pusponegoro, dalam acara jumpa pers di Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Sabtu (13/8/2016). (Bola.com/Arief Bagus Prasetiyo)

Bola.com, Berlin - Satu kursi di tim Sauber masih belum terisi untuk F1 2017. Ada enam pebalap yang dikabarkan mengincar slot kosong itu, termasuk Rio Haryanto.

Rio disebut bersaing dengan pebalap Sauber saat ini Felipe Nasr, Pastor Maldonado, Esteban Gutierrez, Antonio Giovinazzi, dan Pascal Wehrlein. Situs Auto Motor und Sport pada Senin (5/12/2016) membedah kekuatan uang keenam pebalap tersebut.

Advertisement

Maldonado dilaporkan memiliki dukungan dana terkuat. Pebalap asal Venezuela itu disebut-sebut siap membawa uang sebanyak dua digit dalam juta dolar AS agar bisa kembali beraksi di F1 setelah terakhir kali membalap untuk Lotus pada musim 2015.

Namun, sumber dana Maldonado dipertanyakan. Saat ini Venezuela tengah diguncang krisis ekonomi, banyak pihak yang curiga dana yang dibawa Maldonado berasal dari sumber yang tak jelas.

Di belakang Maldonado ada Gutierrez. Pebalap asal Meksiko itu menawarkan dana pribadi yang jumlahnya cukup menggiurkan, yakni 7 juta dolar AS atau sekitar Rp 94 miliar.

Berbeda dengan Maldonado, dana milik Gutierrez berasal dari sumber yang jelas. Uang tersebut berasal dari penjualan saham keluarga di sebuah perusahaan baja beberapa tahun lalu.

Sosok lain yang juga memiliki dana adalah pebalap junior Mercedes yang juga eks rekan setim Rio Haryanto, Pascal Wehrlein. Pebalap Manor itu membawa uang sebesar 3 juta dolar AS (Rp 40 miliar) yang berasal dari Mercedes.

Meski membawa jumlah uang yang lebih sedikit ketimbang Maldonado dan Gutierrez, Wehrlein disebut-sebut paling berpeluang merebut kursi Sauber. Hanya, setelah Nico Rosberg memutuskan pensiun setelah jadi juara dunia F1 2016, Wehrlein kini masuk bursa calon pebalap baru Mercedes.

Bagaimana dengan tiga pebalap lain? Felipe Nasr tak lagi memiliki sumber dana memadai setelah ditinggal sponsor utamanya, Banco do Brasil. Kini, peluang Nasr bertahan di Sauber menipis.

Situasi yang menimpa Nasr sungguh ironis mengingat pebalap asal Brasil itulah yang mempersembahkan dua poin buat Sauber pada musim 2016. Poin dari Nasr itu berpotensi mendatangkan hadiah uang sebesar 15 juta dolar AS (Rp 201 miliar) buat Sauber.

Di sisi lain, Giovinazzi cuma membawa rekomendasi bagus dari Ferrari. Namun, runner-up GP2 Series 2016 itu kini berpeluang ke Manor yang belum mengumumkan pebalap untuk musim depan. Sponsor pebalap asal Italia itu dikabarkan berminat jadi investor baru Manor.

Kondisi Rio tak jauh berbeda. Pebalap F1 pertama dari Indonesia itu sampai saat ini belum mendapatkan sponsor. Namun, sang manajer Piers Hunnisett mengungkapkan banyak perusahaan dari Asia yang tertarik mendukung Rio. Dia berharap pencarian sponsor bisa segera menemui titik terang.

Auto Motor und Sport menyebut Sauber sebenarnya tak perlu mencari pebalap yang membawa sponsor. Selain akan mendapatkan dana hasil finis ke-10 di klasemen konstruktor, kondisi keuangan mereka cukup kuat setelah kedatangan investor baru pada pertengahan musim 2016. Artinya, Sauber bisa bebas memilih salah satu di antara enam opsi yang ada, termasuk Rio Haryanto.