BWF Super Series Finals: Praveen / Debby Terhenti di Semifinal

oleh Oka Akhsan diperbarui 17 Des 2016, 18:10 WIB
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, harus mengakui keunggulan Chris Adcock/Gabriell Adcock (Inggris) pada babak semifinal BWF Super Series Finals 2016 di Dubai, UEA, Sabtu (17/12/2016). (PBSI)

Bola.com, Dubai - Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, terhenti pada babak semifinal BWF Super Series Finals 2016. Praveen/Debby kalah dari sang juara bertahan, Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Bermain di Hamdan Sports Complex, Dubai, UEA, Sabtu (17/12/2016), Praveen/Debby takluk dalam laga tiga gim dengan skor 19-21, 21-17, 9-21. Juara All England 2016 itu menyerah setelah bertarung selama 62 menit.

Advertisement

Kekalahan tersebut membuat rekor pertemuan Praveen/Debby dengan Chris/Gabrielle menjadi semakin jelek. Ini merupakan kekalahan kelima Praveen/Debby dari pasangan suami istri asal Inggris itu dalam lima pertemuan.

Praveen/Debby juga gagal membalas kekalahan dari Chris/Gabrielle pada babak semifinal BWF Super Series Finals 2015. Kala itu, Praveen/Debby kalah straight game 17-21, 20-22.

Kekalahan Praveen Jordan/Debby Susanto sekaligus memastikan Indonesia pulang dengan tangan kosong karena tanpa wakil di final. Tiga wakil Merah-Putih lain, yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta dua ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi sudah tersingkir di fase grup.

Prestasi Indonesia pada edisi 2016 lebih buruk daripada tahun lalu. Pada BWF Super Series 2015, Indonesia mendapat satu gelar dari ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Hendra/Ahsan hingga saat ini masih jadi satu-satunya wakil Indonesia yang bisa merebut titel BWF Super Series Finals. Mereka dua kali jadi kampiun pada 2013 dan 2015.

Meski tanpa gelar di BWF Super Series Finals, total Indonesia mampu mendulang sembilan titel turnamen level Super Series pada 2016. Gelar-gelar tersebut dipersembahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (India, Australia, China), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Malaysia, China, Hong Kong), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Sony Dwi Kuncoro (Singapura), serta Praveen Jordan/Debby Susanto (All England). Tahun lalu, wakil Indonesia cuma merebut empat titel.