ISC B: Cerita Debut Manajer PSCS Berujung Gelar Juara

oleh Gatot Susetyo diperbarui 25 Des 2016, 17:30 WIB
Bambang Tujiatno sukses membawa PSCS Cilacap dalam pengalaman pertamanya sebagai manajer tim. (Bola.com/Robby Firly)

Bola.com, Cilacap - Pentas Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 bak kawah candradimuka bagi Bambang Tujiatno. Manajer tim yang juga tercatat sebagai Kabid Bina Marga di lingkup Pemkab Cilacap memang pendatang baru di sepak bola Indonesia.

Bahkan, tanpa malu Bambang Tujiatno mengaku buta dan tak memiliki pengalaman secuil pun tentang kompetisi di Tanah Air. "Saya menjadi manajer tim hanya bermodal niat dan tekad untuk memberi prestasi kepada PSCS. Kalau sekarang kami bisa juara ISC B, itu berkat bimbingan pengurus senior dan kerja keras semua elemen tim," kata Bambang Tujiatno.

Advertisement

Pria berusia 42 tahun ini mengaku sebelumnya hanya berada di belakang layar dalam jajaran petinggi PSCS. "Saya sudah lama di manajemen PSCS. Tugas saya tukang cari dana. Jadi saya benar-benar belajar dari nol, bagaimana mengelola sebuah tim," ungkapnya.

Bambang Tujiatno boleh dibilang jadi 'korban' regenerasi di tataran pengurus PSCS. Ketua Umum Farid Ma'ruf memang memberi kesempatan sosok muda untuk mengelola tim PSCS di ISC B 2016.

"Ibaratnya, saya terperosok di lubang yang benar. Awalnya, saya sama sekali tak kenal nama pemain bola. Bertemu dengan Ugik Sugiyanto saja ketika dia datang di Cilacap. Saya juga tak tahu kemampuannya main bola," tutur Bambang Tujiatno.

Kesuksesan Bambang Tujiatno berawal dari turnamen Piala Bupati Cilacap. Di tangannya, PSCS berhasil jadi juara setelah beberapa hajatan sebelumnya Laskar Nusakambangan selalu gagal.

Saat ISC B berjalan, keteguhan Bambang Tujiatno diuji. Pelatih Aris Budi Sulistyo mengundurkan diri ketika kompetisi di tengah jalan. "Pengurus gerak cepat dengan memanggil Gatot Barnowo untuk mengisi kursi pelatih. Alhamdulillah, ternyata dia mampu membawa PSCS juara," ia menuturkan.