Eks Pemain Jacksen Tiago di Malaysia Dapat Keistimewaan dari FIFA

oleh Aning Jati diperbarui 05 Jan 2017, 19:30 WIB
Pemain Penang FA, Faiz Subri, hadir di acara Puskas Award 2016 di Zurich dengan mengenakan pakaian tradisional Melayu. (Bola.com/Penang FA Facebook)

Bola.com, Penang - FIFA memberikan keistimewaan pada Faiz Subri. Mantan anak buah Jacksen F. Tiago kala melatih Penang FA di Malaysia Super League 2016 itu diizinkan FIFA mengenakan pakaian tradisional Melayu dalam acara Puskas Award 2016.

Seperti diketahui, Faiz Subri merupakan satu dari tiga nomine terakhir perebut calon pembuat gol terindah versi FIFA. Kandidat lain perebut Puskas Award 2016 adalah Marlone (Corinthians) dan pesepak bola wanita, Daniuska Rodriguez (Venezuela U-17).

Tiga pesepak bola itu mampu menyingkirkan kandidat lain seperti Neymar, Lionel Messi, dan Saul Niguez.

Buat sepak bola Malaysia, keberadaan Faiz Subri hingga tiga besar merupakan prestasi besar. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), klub, hingga kalangan suporter aktif mengampanyekan agar publik menobatkan gol Faiz Subri jadi yang terindah  karena pemenang Puskas Award ditentukan lewat mekanisme polling di situs FIFA.

Pemenang Puskas Award ini akan diumumkan pada Senin (9/1/2017) di Zurich, Swiss, bersamaan dengan penganugerahan FIFA Player of the Year 2016.

Advertisement

Sebagai kandidat tiga besar, Faiz Subri diundang FIFA dalam acara itu. FAM mendapat desakan dari masyarakat Negeri Jiran agar pemain 29 tahun itu hadir dengan mengenakan pakaian tradisional khas Malaysia.

FAM pun memfasilitasi dengan mengajukan permohonan itu ke FIFA. Pada akhir Desember lalu, permohonan itu sempat ditolak FIFA karena induk organisasi sepak bola dunia itu menegaskan seluruh tamu undangan termasuk para kandidat penerima penghargaan tampil dengan mengenakan pakaian formal (jas) seperti yang jadi aturan selama ini.

Pemain Penang FA, Faiz Subri, hadir di acara Puskas Award 2016 di Zurich dengan mengenakan pakaian tradisional Melayu. (Bola.com/Utusan Malaysia)

Penolakan itu membuat masyarakat Malaysia kecewa. Namun, seperti dikutip dari Utusan, Kamis (5/1/2017), FIFA akhirnya membuat FAM dan publik Negeri Jiran senang.

"Kami sudah mengirim permohonan sejak awal Desember lalu dan akhirnya mendapat izin FIFA. Faiz Subri bisa mengenakan pakaian tradisional, atau tetap memakai jas seperti yang diminta pihak penyelenggara," kata Sekjen FAM, Datuk Hamidin Mohd. Amin.

Lantaran permohonannya diterima, Faiz Subri akan hadir mengenakan pakaian adat Melayu yang sudah dipersiapkan. Adalah Institut Seni Malaysia Melaka (Ismma) yang menyiapkan satu setel pakaian melayu senilai 3.000 ringgit (Rp 8,9 juta) untuk Faiz.

Tidak hanya itu, Faiz Subri juga berjanji akan bicara dalam Bahasa Melayu seandainya ia mendapat kesempatan berbicara di atas panggung. Bicara dengan menggunakan bahasa ibu bukan hal asing di atas panggung penghargaan FIFA.

Hal itu pernah dilakukan Lionel Messi ketika mengucapkan menerima penghargaan Ballon d'Or 2015 serta Wendell Lira (Brasil) saat golnya dinobatkan jadi yang paling indah pada Puskas Award 2015.

Sebagai pengingat, video gol melengkung ala Roberto Carlos (Brasil) ke gawang Prancis pada ajang Tournoi de France 1997 yang dilesakkan Faiz Subri ke gawang Pahang FA pada 16 Februari 2016 itu langsung viral. Tanpa diminta, FAM bergerak aktif meminta FIFA memasukkan gol itu dalam nominasi awal Puskas Award.

 

Berita Terkait