Ekspresi Antonio Conte saat Rekor Chelsea Dihentikan Tottenham

oleh Vitalis Yogi Trisna diperbarui 05 Jan 2017, 12:45 WIB
Manajer Chelsea, Antonio Conte, memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat melawan Tottenham di Stadion White Hart Lane, Inggris, Rabu (4/1/2017). (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, Jakarta - Manajer Chelsea, Antonio Conte, tampil ekspresif mengawal anak asuhnya bertanding melawan tuan rumah Tottenham di Stadion White Hart Lane, Inggris, Rabu (4/1/2017). Pria asal Italia itu datang ke kandang Spurs dengan mimpi meraih 14 kemenangan beruntun di ajang Liga Inggris.

Advertisement

Tetapi ketika memasuki masa injury time babak pertama, Antonio Conte mulai cemas karena gawang The Blues dibobol oleh Dale Alli. Meski tertinggal mantan pelatih Juventus tersebut terus bersemangat memberikan instruksi kepada Diego Costa dan kawan-kawan.

Namun ternyata Chelsea malah kebobolan kembali pada menit ke-54, lagi-lagi melalui sundulan dari Dele Alli. Sontak raut wajah pria 47 tahun itu mulai frustasi karena The Blues tertinggal dua gol dan rekor 13 kemenangan beruntun terancam terhenti di kandang Tottenham.

Akhirnya skor 2-0 untuk kemenangan Tottenham bertahan hingga laga usai, rekor manis Antonio Conte bersama Chelsea telah berakhir. Kendati mengalami kekalahan, Chelsea tetap berada di puncak klasemen dengan raihan 49 poin dari 20 pertandingan atau unggul lima poin dari peringkat kedua, Liverpool.

Manajer Chelsea, Antonio Conte, terus berteriak memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat melawan Tottenham di Stadion White Hart Lane, Inggris, Rabu (4/1/2017). (AFP/Adrian Dennis)

Manajer Chelsea, Antonio Conte, memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat melawan Tottenham di Stadion White Hart Lane, Inggris, Rabu (4/1/2017). (AP/Alastair Grant)

Manajer Chelsea, Antonio Conte, tampak kecewa usai kalah melawan Tottenham di Stadion White Hart Lane, Inggris, Rabu (4/1/2017). (EPA/Hannah McKay)

Manajer Chelsea, Antonio Conte, tampak kecewa usai rekor kemenangannya dihentikan Tottenham di Stadion White Hart Lane, Inggris, Rabu (4/1/2017). (EPA/Hannah McKay)

Berita Terkait